Menu

Mode Gelap
Sengketa Lahan di Desa Bilelando: Eksekusi Ditunda Polisi, Pengacara Ungkap Dugaan Cacat Hukum Formil Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau Sensasi Nonton Film Indie di Bawah Langit Surabaya Barat Lewat Cinema Under The Stars Domino Resmi Jadi Cabang Olahraga Nasional, ORADO Jatim Apresiasi Keputusan KONI Solidaritas untuk Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel Saat Membawa Misi Kemanusiaan ke Gaza

Ekonomi & Bisnis

Serunya Belajar Tas Rajut di Workshop RLD dan EXCOTEL

badge-check


					Rumah Literasi Digital (RLD) menggandeng EXCOTEL Design Hotel Surabaya menggelar Ngabuburit Chunky Bag Workshop bersama pelaku UMKM di Surabaya, Minggu (8/3/2026).  Foto/RLD Perbesar

Rumah Literasi Digital (RLD) menggandeng EXCOTEL Design Hotel Surabaya menggelar Ngabuburit Chunky Bag Workshop bersama pelaku UMKM di Surabaya, Minggu (8/3/2026). Foto/RLD

SURABAYA, ISTARA – Rumah Literasi Digital (RLD) menggandeng EXCOTEL Design Hotel Surabaya menggelar Ngabuburit Chunky Bag Workshop bersama pelaku UMKM di Surabaya, Minggu (8/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar kreatif bagi peserta yang ingin mengembangkan produk kerajinan baru.

Workshop tersebut mengajak pelaku UMKM mencoba membuat tas rajut atau chunky bag, jenis tas anyaman berbahan benang tebal yang belakangan banyak diminati di pasar kerajinan handmade. Melalui pelatihan tersebut, peserta didorong menghadirkan variasi produk yang berpotensi menambah peluang usaha.

Pengrajin rajut Nadia Putri Nilamsari hadir sebagai pemateri. Ia memandu peserta memahami proses merajut secara manual menggunakan benang tanpa alat bantu. Teknik tersebut dikenal sebagai hand knitting, metode merajut dengan tangan yang relatif mudah dipelajari.

Menurut Nadia, tahap awal merajut sering menjadi bagian paling menantang. Peserta harus menyesuaikan arah dan putaran benang agar bentuk rajutan tetap proporsional.

“Pada awalnya memang terasa sulit karena harus menyesuaikan bentuknya. Jika salah putaran, bentuk rajutan bisa berubah,” ujarnya.

Setelah memahami teknik dasar, proses merajut biasanya terasa lebih ringan. Untuk membuat produk kecil seperti boneka rajut, waktu yang dibutuhkan sekitar satu hingga dua jam.

Dalam kegiatan tersebut, Nadia bersama beberapa rekannya bahkan mampu membuat empat boneka rajut dalam satu hari. Ia mengaku saat ini lebih banyak mengembangkan karya berupa boneka rajut.

Nadia melihat aktivitas merajut memiliki potensi menjadi kegiatan produktif, terutama bagi ibu rumah tangga maupun anak muda yang ingin menyalurkan kreativitas sekaligus mencari peluang tambahan penghasilan.

Menurutnya, kerajinan rajut tidak sekadar menjadi hobi. Produk seperti tas, boneka, hingga aksesori rumah tangga memiliki peluang untuk dipasarkan.

Ke depan, Nadia berencana membuka kelas merajut di berbagai tempat, mulai dari sekolah, komunitas, hingga lingkungan perkantoran. Ia berharap semakin banyak masyarakat tertarik mempelajari kerajinan rajut.

Selain bekerja sebagai karyawan swasta, Nadia juga aktif mengembangkan kerajinan rajut dan berharap karya handmade tersebut semakin dikenal masyarakat.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut datang dari pihak EXCOTEL Design Hotel Surabaya. Marketing Communications EXCOTEL Surabaya, Pinky Monica, menyebut pihaknya menyambut positif kolaborasi dengan komunitas kreatif dan pelaku UMKM.

“Kami sangat antusias mendukung workshop Chunky Bag. Kolaborasi dengan pelaku UMKM membuka peluang untuk berkembang bersama sekaligus membantu menggerakkan perekonomian daerah. Kami juga senang kegiatan seperti ini dapat meramaikan berbagai acara di EXCOTEL,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dorong Fasilitas Publik, BRI Jemursari Serahkan Atap Membran ke Kemenag

11 Mei 2026 - 14:40 WIB

Dukung Kualitas Belajar, BRI Salurkan Bantuan TJSL bagi Siswa SMAN 10

10 Mei 2026 - 11:20 WIB

Kartini 2026 di Surabaya: Ruang Dialog dan Kolaborasi Perempuan Makin Menguat

1 Mei 2026 - 08:42 WIB

HGI City Cup 2026 Surabaya Fest Gerakkan Ekonomi UMKM, Hadirkan Model Esports Berbasis Dampak

26 April 2026 - 16:13 WIB

Surabaya Domino Tournament 2026 Serap Ribuan Pengunjung, UMKM dan Pariwisata Tumbuh

24 April 2026 - 08:10 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis