SURABAYA, ISTARA – Arus mudik Lebaran 2026 mulai mencapai puncaknya pada H-3 Lebaran, Rabu (18/3). Peningkatan pergerakan pemudik terlihat dari bertambahnya volume kendaraan di jalur keluar kota serta meningkatnya aktivitas di terminal dan stasiun.
Di Surabaya dan sekitarnya, kepadatan mulai terlihat di sejumlah akses utama menuju luar kota. Kondisi ini menunjukkan arus mudik telah memasuki fase padat seiring dimulainya periode libur panjang.
Pola mudik tahun ini juga cenderung lebih tersebar. Fleksibilitas waktu kerja mendorong sebagian masyarakat berangkat lebih awal, sehingga lonjakan tidak terpusat dalam satu waktu.
Pemerintah Siagakan Layanan Kesehatan
Menghadapi peningkatan mobilitas tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas kesehatan di jalur mudik.
Petugas membuka posko kesehatan di titik strategis seperti rest area, terminal, dan jalur utama. Tim medis memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar serta penanganan awal bagi pemudik yang mengalami keluhan selama perjalanan.
Rumah sakit tetap beroperasi selama libur Lebaran. Tenaga medis menjaga layanan kegawatdaruratan selama 24 jam agar masyarakat bisa mendapatkan penanganan cepat saat dibutuhkan.
Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga tetap dapat mengakses layanan kesehatan di berbagai daerah, termasuk di luar domisili.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia di sepanjang jalur mudik jika mengalami gangguan kesehatan.
Risiko Kesehatan Saat Mudik
Peningkatan arus mudik juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Perjalanan jauh, kelelahan, serta perubahan pola makan dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
Beberapa kondisi yang kerap muncul saat Lebaran meliputi gangguan pencernaan, kelelahan, serta peningkatan tekanan darah akibat konsumsi makanan tinggi lemak dan santan.
Pemudik perlu menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, serta beristirahat secara berkala, terutama saat berkendara.
Pemudik juga perlu membawa obat-obatan pribadi, khususnya bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Peran Masyarakat Jadi Kunci
Selain kesiapan fasilitas dari pemerintah, kesadaran masyarakat memegang peran penting dalam menjaga kelancaran arus mudik.
Kondisi tubuh yang tetap terjaga membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan selama perjalanan.
Dengan dukungan fasilitas dari pemerintah dan kewaspadaan masyarakat, perjalanan mudik Lebaran 2026 diharapkan dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar.











