Menu

Mode Gelap
6 Hari Terungkap, 990 Hari Menggantung: Hukum Harus Tegas Tanpa Ragu Sambang TPQ, Ikhtiar LPTQ Lombok Tengah Cetak Generasi Qur’ani Masjid Mujahidin dan Detikzone Bersinergi, Santunan Akbar 150 Anak Yatim, Dhuafa, dan Penggali Kubur Jadi Teladan Sosial di Sumenep Dari Meja Buka Puasa, Bang Ali Menyatukan Media dan LSM Pamekasan untuk Perubahan Sosial Lonjakan Pemudik H-3 Lebaran di Kalianget, Pemkab Sumenep Pastikan Semua Terlayani Maksimal Arus Mudik Lebaran 2026 Capai Puncak, Fasilitas Kesehatan Disiagakan

Pendidikan & Budaya

Dari Uang Jajan Jadi Amal, Siswa SDN Panaongan III Berikan Santunan Lewat Program JUMPAYASIN

badge-check


					Dari Uang Jajan Jadi Amal, Siswa SDN Panaongan III Berikan Santunan Lewat Program JUMPAYASIN Perbesar

Sumenep, 14 Maret 2026 – Suasana religius dan penuh kepedulian sosial terasa kuat dalam kegiatan Pondok Ramadhan hari ketiga yang digelar di SDN Panaongan III pada Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter siswa agar tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga memiliki empati terhadap sesama.

Sejak pagi, para siswa mengikuti shalat Dhuha berjamaah yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan ngaji bersama dan tadarus Al-Qur’an, di mana siswa membaca dan menyimak ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergantian dengan bimbingan para guru.

Setelah itu, siswa mendapatkan materi hikmah Ramadhan yang mengangkat tema thaharah, yakni tentang pentingnya bersuci dari hadas dan najis sebagai syarat utama dalam menjalankan ibadah. Materi ini diberikan sebagai bekal dasar agar siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, baik secara fisik maupun spiritual.

Kegiatan Pondok Ramadhan semakin bermakna ketika acara ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah. Yang menarik, santunan tersebut diberikan langsung oleh para siswa kepada penerima.

 

Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, menjelaskan bahwa santunan tersebut berasal dari program sosial sekolah yang bernama JUMPAYASIN (Jumat Sapa Yatim dan Fakir Miskin).

“Dana santunan ini berasal dari siswa yang secara sukarela menyisihkan sebagian uang jajannya setiap hari Jumat melalui program JUMPAYASIN,” ungkapnya saat ditemui awak media.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam menyerahkan santunan secara langsung memiliki tujuan edukatif yang kuat.

“Anak-anak perlu melihat sendiri bahwa apa yang mereka sisihkan dari uang jajan itu benar-benar sampai kepada orang yang membutuhkan. Dari situ tumbuh rasa empati dan kepedulian sosial,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi cara untuk menanamkan nilai syukur dalam diri siswa.

“Dengan melihat kondisi masyarakat sekitar yang masih membutuhkan bantuan, siswa belajar untuk lebih bersyukur sekaligus memahami pentingnya berbagi. Harapannya, nilai-nilai ini akan terus melekat hingga mereka dewasa nanti,” tuturnya.

Melalui rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan ini, SDN Panaongan III tidak hanya mengajarkan ibadah secara ritual, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial sejak usia dini kepada para siswanya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sambang TPQ, Ikhtiar LPTQ Lombok Tengah Cetak Generasi Qur’ani

18 Maret 2026 - 22:28 WIB

SMPN 1 Jabon dan IPNU Gelar Pesantren Ramadan, Ratusan Siswa Ikut Pembinaan Akhlak

15 Maret 2026 - 13:29 WIB

Unitomo Resmi Buka Program Doktor Ilmu Hukum, Fokus Cetak Pakar Hukum Visioner

4 Maret 2026 - 18:35 WIB

Tak Hanya Penuhi Gizi Anak, SPPG Polres Loteng Diharapkan Gerakkan Ekonomi Petani dan UMKM

28 Februari 2026 - 18:15 WIB

Jangan Terlena Zaman! Wabup Tekankan Anak Lombok Tengah Harus Tangguh dan Berdedikasi

16 Februari 2026 - 21:51 WIB

Trending di Pendidikan & Budaya