SURABAYA, ISTARA – Di tengah disrupsi teknologi yang mendisrupsi dunia informasi, masa depan pendidikan tinggi Ilmu Komunikasi di Jawa Timur kini memasuki babak baru. Melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-V Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Korwil Jatim, para akademisi dan pengelola program studi (prodi) bersepakat: kolaborasi adalah harga mati untuk menjaga relevansi.
Bertempat di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Jumat (19/12/2025), atmosfer forum ini terasa lebih dari sekadar seremoni organisasi. Pertemuan ini menjadi kawah candradimuka bagi 45 prodi Ilmu Komunikasi se-Jawa Timur untuk merumuskan ulang strategi menghadapi ketatnya standar akreditasi dan dinamika industri yang berlari kencang.
Akreditasi Bukan Sekadar Kertas
Langkah awal Muswil dibuka dengan “lecutan” semangat melalui Seminar Nasional Penguatan Akreditasi Program Studi yang digawangi oleh STIKOSA AWS. Di sini, narasi lama tentang akreditasi diubah total. Peserta diingatkan bahwa akreditasi bukan lagi soal tumpukan dokumen administratif yang melelahkan, melainkan sebuah kompas strategis untuk memastikan kualitas lulusan tetap “nyambung” dengan kebutuhan pasar.
Puncak dari musyawarah yang berlangsung demokratis ini menetapkan Awang Dharmawan, S.Ikom., M.A., dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sebagai Ketua ASPIKOM Jatim periode 2025–2028. Memikul tongkat estafet kepemimpinan, Awang membawa visi persatuan.
Dalam pernyataannya, Awang menegaskan bahwa tantangan pengelolaan Program Studi Ilmu Komunikasi ke depan tidak dapat dihadapi secara individual. Menurutnya, ASPIKOM harus terus diperkuat sebagai “rumah bersama” bagi seluruh pengelola program studi.
“Keberagaman dan jumlah program studi ini merupakan modal strategis. Melalui ASPIKOM, sinergi dapat dibangun agar peningkatan mutu dilakukan secara terarah, saling belajar, dan berkelanjutan,” tegas Awang.
Warisan Prestasi dan Dukungan Pusat
Ketua periode sebelumnya (2022-2025), Surokim, S.Sos., SH., M.Si., meninggalkan warisan yang solid. Ia memandang Muswil ini sebagai momentum evaluasi atas perjalanan organisasi selama tiga tahun terakhir.
“Dalam beberapa tahun terakhir, status akreditasi Program Studi Ilmu Komunikasi di Jawa Timur mengalami peningkatan yang signifikan. Ini menjadi fondasi penting agar program studi tetap adaptif terhadap perubahan zaman dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” tutur Surokim penuh optimisme.
Gayung bersambut, Ketua ASPIKOM Pusat, Prof. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si., D.Comm, yang hadir langsung, menjanjikan “karpet merah” bagi prodi di Jatim. Ia memastikan ASPIKOM Pusat akan turun gunung melakukan pendampingan langsung, khususnya dalam menaklukkan proses akreditasi LAMSPAK. Tujuannya jelas: mendorong lebih banyak prodi meraih predikat ‘Unggul’.
Muswil V ASPIKOM Jatim 2025 bukan sekadar ajang ganti pengurus. Ia adalah pernyataan sikap bahwa pendidikan komunikasi di Jawa Timur siap bertransformasi. Dengan sinergi lintas institusi, ASPIKOM kini memposisikan diri sebagai motor penggerak yang memastikan setiap prodi tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh adaptif dan berkelanjutan di era ketidakpastian.











