Menu

Mode Gelap
Sengketa Lahan di Desa Bilelando: Eksekusi Ditunda Polisi, Pengacara Ungkap Dugaan Cacat Hukum Formil Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau Sensasi Nonton Film Indie di Bawah Langit Surabaya Barat Lewat Cinema Under The Stars Domino Resmi Jadi Cabang Olahraga Nasional, ORADO Jatim Apresiasi Keputusan KONI Solidaritas untuk Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel Saat Membawa Misi Kemanusiaan ke Gaza

Pendidikan & Budaya

RLD Ubah Cara Bikin Video: Tanpa Kamera Mahal, Warga Surabaya Kini Bisa Viral dengan AI

badge-check


					Peserta mengikuti pelatihan AI content creator dari Rumah Literasi Digital di Surabaya dengan praktik langsung membuat video viral menggunakan laptop dan tools AI tanpa kamera mahal. Perbesar

Peserta mengikuti pelatihan AI content creator dari Rumah Literasi Digital di Surabaya dengan praktik langsung membuat video viral menggunakan laptop dan tools AI tanpa kamera mahal.

SURABAYA, ISTARA — Cara membuat video kini berubah cepat. Dulu, produksi video bergantung pada kamera mahal dan proses panjang. Sekarang, kecerdasan buatan (AI) memungkinkan siapa pun membuat video viral hanya dalam hitungan menit.

Pelatihan AI di Surabaya, Peserta Langsung Bikin Video

Rumah Literasi Digital (RLD) menggelar pelatihan AI Short Content Creator di Hanaka Social Space, Selasa (5/5/2026).

Puluhan peserta dari berbagai latar belakang langsung mempraktikkan pembuatan video berbasis AI. Mereka mencoba berbagai tools untuk menghasilkan konten visual yang estetik dan siap tayang.

AI Pangkas Proses Produksi, Kreator Fokus pada Ide

Peserta tidak lagi berkutat dengan editing yang rumit. Mereka menyusun ide, menulis prompt, lalu mengolah visual dengan bantuan AI.

Direktur RLD, Andika Ismawan, menegaskan bahwa perubahan ini mengikuti cara masyarakat mengonsumsi informasi.

“Konten visual lebih cepat dipahami. Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk aktif menjadi kreator,” ujarnya.

Dari Ide ke Video Viral dalam Hitungan Menit

Praktisi AI filmmaker Deni Adi Santoso membimbing peserta secara langsung. Ia menunjukkan langkah-langkah membuat video dalam waktu singkat.

Ia juga menekankan bahwa AI mempercepat proses, bukan menggantikan kreativitas.

“Dengan AI, siapa pun bisa jadi kreator. Ide tetap menjadi kunci,” jelasnya.

Kolaborasi dan Dukungan Pelaku Usaha

Pemilik Hanaka Social Space, Prasetyo Hadi Susanto atau Bang Yok, menyambut kegiatan ini dengan antusias.

“Sebagai tuan rumah, kami bangga terlibat. Kami juga siap mendukung kegiatan yang mendorong kreativitas dan literasi digital,” ungkapnya.

Peserta juga menerima dukungan dari pelaku usaha lokal seperti AIPEL Computer dan Bengkel Mobil NEWFAST.

RLD Dorong Lahirnya Kreator Digital Baru

RLD mendorong masyarakat untuk beralih dari penonton menjadi kreator. Dengan AI, peluang membuat konten kini semakin terbuka luas.

Peserta diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat utama produksi konten digital.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pengukuhan Guru Besar Unitomo, Prof. Ully Tampubolon Dorong Batik Indonesia Menjadi Kekuatan Industri Fashion Dunia

21 Mei 2026 - 16:15 WIB

Tembus Seleksi Ketat, Tiga Dosen Unitomo Ikut Rumuskan Kebijakan Ekonomi Berkelanjutan di Forum SEME 2026

21 Mei 2026 - 15:55 WIB

Lombok Tengah, Persiapan MTQ XXXI NTB Capai 70%

14 Mei 2026 - 00:28 WIB

APFI 2026 di Bogor Soroti Krisis Media dan Semangat Pewarta Foto

9 Mei 2026 - 11:28 WIB

Para pemenang dan pengurus Pewarta Foto Indonesia berfoto bersama dalam ajang Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 di Bogor.

Pendidikan Bermutu Tidak Bisa Dikerjakan Sekolah Sendirian – Sebuah Catatan Refleksi

4 Mei 2026 - 11:43 WIB

Trending di Pendidikan & Budaya