Menu

Mode Gelap
6 Hari Terungkap, 990 Hari Menggantung: Hukum Harus Tegas Tanpa Ragu Sambang TPQ, Ikhtiar LPTQ Lombok Tengah Cetak Generasi Qur’ani Masjid Mujahidin dan Detikzone Bersinergi, Santunan Akbar 150 Anak Yatim, Dhuafa, dan Penggali Kubur Jadi Teladan Sosial di Sumenep Dari Meja Buka Puasa, Bang Ali Menyatukan Media dan LSM Pamekasan untuk Perubahan Sosial Lonjakan Pemudik H-3 Lebaran di Kalianget, Pemkab Sumenep Pastikan Semua Terlayani Maksimal Arus Mudik Lebaran 2026 Capai Puncak, Fasilitas Kesehatan Disiagakan

Ekonomi & Bisnis

Serunya Belajar Tas Rajut di Workshop RLD dan EXCOTEL

badge-check


					Rumah Literasi Digital (RLD) menggandeng EXCOTEL Design Hotel Surabaya menggelar Ngabuburit Chunky Bag Workshop bersama pelaku UMKM di Surabaya, Minggu (8/3/2026).  Foto/RLD Perbesar

Rumah Literasi Digital (RLD) menggandeng EXCOTEL Design Hotel Surabaya menggelar Ngabuburit Chunky Bag Workshop bersama pelaku UMKM di Surabaya, Minggu (8/3/2026). Foto/RLD

SURABAYA, ISTARA – Rumah Literasi Digital (RLD) menggandeng EXCOTEL Design Hotel Surabaya menggelar Ngabuburit Chunky Bag Workshop bersama pelaku UMKM di Surabaya, Minggu (8/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar kreatif bagi peserta yang ingin mengembangkan produk kerajinan baru.

Workshop tersebut mengajak pelaku UMKM mencoba membuat tas rajut atau chunky bag, jenis tas anyaman berbahan benang tebal yang belakangan banyak diminati di pasar kerajinan handmade. Melalui pelatihan tersebut, peserta didorong menghadirkan variasi produk yang berpotensi menambah peluang usaha.

Pengrajin rajut Nadia Putri Nilamsari hadir sebagai pemateri. Ia memandu peserta memahami proses merajut secara manual menggunakan benang tanpa alat bantu. Teknik tersebut dikenal sebagai hand knitting, metode merajut dengan tangan yang relatif mudah dipelajari.

Menurut Nadia, tahap awal merajut sering menjadi bagian paling menantang. Peserta harus menyesuaikan arah dan putaran benang agar bentuk rajutan tetap proporsional.

“Pada awalnya memang terasa sulit karena harus menyesuaikan bentuknya. Jika salah putaran, bentuk rajutan bisa berubah,” ujarnya.

Setelah memahami teknik dasar, proses merajut biasanya terasa lebih ringan. Untuk membuat produk kecil seperti boneka rajut, waktu yang dibutuhkan sekitar satu hingga dua jam.

Dalam kegiatan tersebut, Nadia bersama beberapa rekannya bahkan mampu membuat empat boneka rajut dalam satu hari. Ia mengaku saat ini lebih banyak mengembangkan karya berupa boneka rajut.

Nadia melihat aktivitas merajut memiliki potensi menjadi kegiatan produktif, terutama bagi ibu rumah tangga maupun anak muda yang ingin menyalurkan kreativitas sekaligus mencari peluang tambahan penghasilan.

Menurutnya, kerajinan rajut tidak sekadar menjadi hobi. Produk seperti tas, boneka, hingga aksesori rumah tangga memiliki peluang untuk dipasarkan.

Ke depan, Nadia berencana membuka kelas merajut di berbagai tempat, mulai dari sekolah, komunitas, hingga lingkungan perkantoran. Ia berharap semakin banyak masyarakat tertarik mempelajari kerajinan rajut.

Selain bekerja sebagai karyawan swasta, Nadia juga aktif mengembangkan kerajinan rajut dan berharap karya handmade tersebut semakin dikenal masyarakat.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut datang dari pihak EXCOTEL Design Hotel Surabaya. Marketing Communications EXCOTEL Surabaya, Pinky Monica, menyebut pihaknya menyambut positif kolaborasi dengan komunitas kreatif dan pelaku UMKM.

“Kami sangat antusias mendukung workshop Chunky Bag. Kolaborasi dengan pelaku UMKM membuka peluang untuk berkembang bersama sekaligus membantu menggerakkan perekonomian daerah. Kami juga senang kegiatan seperti ini dapat meramaikan berbagai acara di EXCOTEL,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BRI Minta Nasabah Hati-hati File APK Mencurigakan Jelang Lonjakan Transaksi Lebaran

16 Maret 2026 - 17:15 WIB

Tak Hanya Melayani Tamu, Staf Hotel di Malang Ini Rutin Berlatih Gamelan Bersama

10 Maret 2026 - 16:38 WIB

Staf Padi Heritage Resort Malang memainkan gamelan saat latihan karawitan yang menjadi kegiatan rutin setiap Sabtu.

Staycation dengan Sensasi Audio Premium, Konsep Kamar Audiophile Jadi Inovasi Baru di Malang

10 Maret 2026 - 05:30 WIB

Sistem speaker Hi-Fi dan layar TV di Audiophile Room Padi Heritage Resort Malang yang menghadirkan pengalaman menikmati musik dengan kualitas audio premium.

XLSMART Kantongi Rating ESG 2 dari Sustainable Fitch dengan Skor 67

10 Maret 2026 - 00:29 WIB

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Apresiasi Kolaborasi, Buka Puasa Bersama Pelaksana dan Sponsor Kalender Event 2026

9 Maret 2026 - 18:34 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis