Menu

Otomatis
Breaking News

Sosial & Lingkungan

Menerangi Kegelapan Bencana, Praneda Care Foundation Bantu Pemulihan Warga Aceh Tamiang

badge-check

Menerangi Kegelapan Bencana, Praneda Care Foundation Bantu Pemulihan Warga Aceh Tamiang Perbesar

JAKARTA — Komitmen terhadap aksi kemanusiaan terus ditunjukkan Praneda Care Foundation bersama tim sedekah. Pada Selasa, lembaga filantropi ini kembali mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan peralatan vital bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Kota Lintang Bawah, Dusun Al-Ikhsan, Aceh Tamiang, berupa mesin kompresor air, genset berkapasitas besar, lampu, serta berbagai perlengkapan penerangan lainnya dan peralatan sehari hari. Peralatan ini dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas warga pascabencana, khususnya dalam pemulihan fasilitas umum dan kebutuhan dasar masyarakat.

Sebelumnya, Praneda Care Foundation juga telah berkontribusi dalam pembangunan musala umum Detikzone.id serta menyalurkan donasi sebesar Rp37 juta untuk pengadaan Ambulans Umat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Rangkaian bantuan tersebut menunjukkan konsistensi lembaga ini dalam menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan uluran tangan.

Owner Praneda Care Foundation, Yessy Praneda, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kepedulian kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

“Bencana tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga memutus akses dasar masyarakat. Bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban warga serta membantu mereka bangkit dan beraktivitas kembali,” ujar Yessy.

Ia juga mendoakan agar masyarakat Aceh Tamiang diberikan kekuatan, kesabaran, dan perlindungan dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana. Menurutnya, solidaritas dan kepedulian bersama menjadi kunci utama dalam membangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak.

Yessy berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dan menjadi pemantik semangat gotong royong di tengah masyarakat. Ia juga mengajak berbagai pihak untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap korban bencana di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada Bapak BP, Ibu Andi Verawati, KK Imelda, Nova Paloh, Ibu Lanny Bambang, Mbak Husna Sherly, Ferlita, Mbak Inggrit, dan Oscar yang turut meringankan beban saudara saudara kita. Total sumbangan Rp 79,7 juta,” tandasnya.

Sementara itu, perwakilan dan orang kepercayaan Praneda Care Foundation di Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Atas nama warga Aceh Tamiang, khususnya masyarakat Kota Lintang Bawah, Dusun Al-Ikhsan, kami mengucapkan terima kasih kepada Praneda Care Foundation. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Ia turut mendoakan agar seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini diberikan keberkahan, kesehatan, dan kelancaran rezeki, serta berharap kepedulian seperti ini terus berlanjut demi kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat luas.

Di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam dan keterbatasan daya jangkau bantuan pemerintah, kehadiran lembaga filantropi seperti Praneda Care Foundation menunjukkan bahwa solidaritas sosial masih menjadi kekuatan utama bangsa. Aksi nyata yang dilakukan tidak hanya sebatas bantuan material, tetapi juga menghadirkan harapan dan pemulihan psikologis bagi masyarakat terdampak.

Bantuan peralatan vital seperti genset dan penerangan membuktikan bahwa respons kemanusiaan yang tepat sasaran mampu mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana. Pendekatan ini menegaskan bahwa kepedulian bukan sekadar empati, melainkan tindakan konkret yang menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Lebih dari itu, langkah Praneda Care Foundation memperlihatkan peran strategis masyarakat sipil dalam melengkapi upaya negara. Ketika kolaborasi antara filantropi, komunitas lokal, dan relawan terbangun dengan baik, maka penanganan bencana tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan dan bermartabat.

Aksi-aksi kemanusiaan semacam ini patut dijadikan contoh, bahwa pembangunan sosial tidak selalu harus menunggu kebijakan besar, melainkan bisa dimulai dari kepedulian yang tulus dan keberanian untuk bertindak. Di sinilah nilai kemanusiaan menemukan maknanya hadir, bekerja, dan memberi harapan di saat masyarakat paling membutuhkan.

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kontes Bonsai se-Jatim Bergulir di Sumenep, Dandim Dorong Kreativitas Bernilai Ekonomi

26 Jul 2026 - 22:18 WIB

Kontes Bonsai se-Jatim Bergulir di Sumenep, Dandim Dorong Kreativitas Bernilai Ekonomi

Sinergi Nyata untuk Masa Depan, CV Ayunda Pamekasan dan Lapas Ciptakan Warga Binaan Berdaya Saing

18 Jul 2026 - 17:50 WIB

Sinergi Nyata untuk Masa Depan, CV Ayunda Pamekasan dan Lapas Ciptakan Warga Binaan Berdaya Saing

Pertemuan Penuh Makna di Pendopo Bani Group Pamekasan, Wan Sehan Kobarkan Kembali Ruh Perjuangan Kemanusiaan

17 Jul 2026 - 12:45 WIB

Pertemuan Penuh Makna di Pendopo Bani Group Pamekasan, Wan Sehan Kobarkan Kembali Ruh Perjuangan Kemanusiaan

Resmi Dibubarkan, BIP Foundation Tinggalkan Jejak Ribuan Aksi Kemanusiaan Masif di Indonesia

15 Jul 2026 - 16:13 WIB

Resmi Dibubarkan, BIP Foundation Tinggalkan Jejak Ribuan Aksi Kemanusiaan Masif di Indonesia

Jejak Kejahatan Dipersempit, Kasatreskrim Polres Sampang Diganjar Reward atas Kinerja Luar Biasa

15 Jul 2026 - 11:41 WIB

Jejak Kejahatan Dipersempit, Kasatreskrim Polres Sampang Diganjar Reward atas Kinerja Luar Biasa
Trending di Sosial & Lingkungan