Menu

Mode Gelap
HUT Surabaya ke-733 Dirayakan Meriah, Djaman Doeloe Resto Hadirkan Wayang Kulit dan Pasar Rakyat ORADO Jatim Libatkan UMKM Produksi Peralatan Turnamen Domino Sengketa Lahan di Desa Bilelando: Eksekusi Ditunda Polisi, Pengacara Ungkap Dugaan Cacat Hukum Formil Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau Sensasi Nonton Film Indie di Bawah Langit Surabaya Barat Lewat Cinema Under The Stars

Sosial & Lingkungan

Tim Pengabdian Unitomo Ubah Eceng Gondok Jadi Pakan Lele, Efisiensi Biaya Capai 31 Persen

badge-check


					Tim DIPA Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dr. Soetomo yang di Ketua oleh Maria Agustini (tengah) saat memberi Bantuan Alat Kepada Mitra. (SAN) Perbesar

Tim DIPA Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dr. Soetomo yang di Ketua oleh Maria Agustini (tengah) saat memberi Bantuan Alat Kepada Mitra. (SAN)

ISTARA – Bagi para peternak lele, pakan adalah “hantu” yang mencekik kantong. Bagaimana tidak, 70 persen modal sering habis hanya untuk membeli pelet pabrikan. Namun, di tangan tim pengabdian masyarakat Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), gulma eceng gondok yang kerap menyumbat saluran air diubah menjadi mesin uang bagi Bolodewe Fish Farm di Sidoarjo.

Selama enam bulan terakhir, Maria Agustini dan timnya berjibaku meracik formula pakan alternatif. Bahannya sederhana namun bergizi: eceng gondok, dedak, ampas tahu, dan tepung ikan yang difermentasi dengan EM4 serta molases.

“Hasilnya, biaya produksi turun drastis hingga 31 persen,” kata Maria dalam paparannya di hadapan Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Unitomo, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan Persiapan Aplikasi Pakan dan Pupuk Berbasis Eceng Gondok. (Dok.Pribadi)

Hitung-hitungannya menggiurkan. Jika pakan komersial dijual Rp20.000 per kilogram, pakan “racikan” Sidoarjo ini hanya butuh modal Rp8.000 per kilogram. Menariknya, penurunan harga tidak membuat kualitas anjlok. Sebaliknya, lele-lele di Bolodewe Fish Farm justru tumbuh lebih bongsor.

Dalam uji coba, ikan dengan pakan eceng gondok mampu mencapai bobot 125 gram, jauh lebih berat dibanding lele berpakan biasa yang hanya mentok di 77 gram. “Kadar air pakan juga kami jaga di angka 4 persen agar awet disimpan,” tambah Maria.

Meski sempat terkendala cuaca saat penjemuran pakan, Bolodewe Fish Farm kini sudah mampu memproduksi 100 kilogram pakan per minggu. Tak sekadar urusan perut ikan, tim Unitomo juga merombak manajemen usaha mitra, mulai dari SOP produksi hingga digitalisasi pemasaran. Kini, lele-lele dari Tanggulangin itu siap naik kelas dengan ongkos yang jauh lebih miring.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika

25 Mei 2026 - 21:40 WIB

Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau

23 Mei 2026 - 20:13 WIB

DKPP Pacitan Latih Petani Buat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

13 Mei 2026 - 07:14 WIB

Tarot Berubah Wajah, dari Ramalan Menuju Alat Refleksi Diri

12 April 2026 - 19:35 WIB

Deasy Ariesta atau Desta menjelaskan tarot sebagai alat refleksi diri, bukan ramalan

Aktivis Bajingan

6 April 2026 - 20:04 WIB

Trending di Sosial & Lingkungan