Menu

Mode Gelap
Sumenep Bersolawat 2026: Syukur, Evaluasi, dan Perkuat Ukhuwah di Tengah Pembangunan Daerah Cahaya Pro Bongkar Fakta Cukai Rokok 1999 vs 2026, Jomplang 36% vs 70% Industri Rokok Minta Menkeu Purbaya Terapkan Tarif Cukai Khusus Demi Selamatkan Usaha Lokal Tak Hanya Penuhi Gizi Anak, SPPG Polres Loteng Diharapkan Gerakkan Ekonomi Petani dan UMKM Ramadhan Gerakkan Ekonomi UMKM Surabaya, Omzet Pedagang Naik Dua Kali Lipat Rindu Nasi Mandi? Nuansa Timur Tengah Ini Hadir di Surabaya

Sosial & Lingkungan

Konser Amal Valen DA7 Rp71 Juta di Sumenep Sisakan Tumpukan Sampah, Petugas Kebersihan Jadi Pahlawan

badge-check


					Konser Amal Valen DA7 Rp71 Juta di Sumenep Sisakan Tumpukan Sampah, Petugas Kebersihan Jadi Pahlawan Perbesar

SUMENEP, ISTARA – Konser amal Valen DA7 di Sumenep boleh megah dan meriah, tapi kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Donasi yang terkumpul hanya Rp71 juta, dan yang lebih mengejutkan, tidak ada keterbukaan siapa saja donatur yang berperan serta.

“Donaturnya ini siapa, dari mana saja, nilainya berapa? Tidak disebutkan. Donasi apa-apaan macam ini, tolong hargai donaturnya,” kritik Rendi, pemerhati kebijakan publik.

Rendi berharap, ke depan, panitia dan penyelenggara konser di Sumenep bisa lebih transparan.

“Publik berhak tahu siapa saja yang berkontribusi, dari mana, dan nilainya berapa. Jangan sampai nama besar artis atau panggung megah menutupi ketidakjelasan donatur. Jika memang misi kemanusiaan serius, keterbukaan adalah kewajiban,” tegasnya.

Ia menyebut, transparansi tidak hanya soal menghitung rupiah, tapi juga soal menghargai setiap donatur, besar maupun kecil. Dengan begitu, publik bisa ikut mengawasi dan mendorong partisipasi yang lebih luas, sekaligus memastikan donasi benar-benar sampai kepada yang membutuhkan.

“Kalau sejak awal niatnya kemanusiaan, jangan cuma menjadi hiburan megah tanpa hasil signifikan. Publik harus melihat hasilnya, bukan sekadar panggung dan euforia sesaat,” pungkas Rendi.

Ironisnya, di tengah kontroversi soal donatur misterius dan minimnya partisipasi elite lokal, petugas kebersihan Sumenep tetap menjadi pahlawan nyata. Mereka membersihkan sisa ego dan sampah yang tercecer, membuktikan bahwa kepedulian sesungguhnya terkadang datang dari pihak yang tak terlihat.

“Dibalik semua itu, pahlawan sejati bukan mereka yang berdiri di atas panggung, melainkan mereka yang tulus membersihkan jejak sampah yang berserakan,” tegas Rendi, menyoroti kontras nyata antara citra kemanusiaan dan realitas di lapangan.

Melihat hasil konser amal Valen DA7 di Sumenep, fakta yang muncul jelas mengecewakan. Panggung megah dan penonton membludak, namun donasi yang terkumpul hanya Rp71 juta, dan tidak ada kejelasan siapa saja donatur yang berperan serta.

Kontrasnya terlihat ketika dibandingkan dengan Pamekasan. Di sana, konser serupa berhasil menghimpun Rp1,112 miliar, dengan nama-nama donatur besar yang tercatat jelas, mulai pejabat, pengusaha, hingga komunitas.

Transparansi itu membuat publik tahu siapa yang menyumbang dan berapa nilainya, sesuatu yang tidak ada di Sumenep.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BIP Sumenep Mengetuk Pintu Langit, Ribuan Anak Yatim, Ojol dan Warga Miskin Rasakan Sentuhan Kemanusiaan

16 Februari 2026 - 15:04 WIB

Jejak Ketekunan Anak Desa, Siti Aisyah Putri Payudan Daleman Kini Resmi Menyandang Gelar Dokter

10 Februari 2026 - 13:05 WIB

Baksos HPN 2026: PWI NTB dan MIM Foundation Kirim Ratusan Paket Logistik di Praya Barat Daya

31 Januari 2026 - 07:49 WIB

Gempa Pacitan M5,5 Disusul Getaran Kuat di Sejumlah Wilayah, BMKG Tegaskan Gempa Siang Hari Berpusat di Bantul

27 Januari 2026 - 15:44 WIB

Musibah Tak Menghentikan Kepedulian, Pemkab Sumenep–BAZNAS Hadir Lewat RSIB untuk Korban Kebakaran

22 Januari 2026 - 23:50 WIB

Trending di Sosial & Lingkungan