Menu

Mode Gelap
HUT Surabaya ke-733 Dirayakan Meriah, Djaman Doeloe Resto Hadirkan Wayang Kulit dan Pasar Rakyat ORADO Jatim Libatkan UMKM Produksi Peralatan Turnamen Domino Sengketa Lahan di Desa Bilelando: Eksekusi Ditunda Polisi, Pengacara Ungkap Dugaan Cacat Hukum Formil Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau Sensasi Nonton Film Indie di Bawah Langit Surabaya Barat Lewat Cinema Under The Stars

Sosial & Lingkungan

Jejak Sejarah di Bulan Suci: 3.000 Anak Yatim, 6.000 Peserta, dan Rekor MURI BIP di Pamekasan Madura

badge-check


					Jejak Sejarah di Bulan Suci: 3.000 Anak Yatim, 6.000 Peserta, dan Rekor MURI BIP di Pamekasan Madura Perbesar

PAMEKASAN – Langsung tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)! Bani Insan Peduli (BIP), lembaga sosial yang digagas pengusaha muda peduli, Ali Zainal Abidin, sukses menyelenggarakan program sosial berskala terbesar untuk anak yatim di Kabupaten Pamekasan, Jumat (6/3/2026).

Dalam kegiatan spektakuler yang berlangsung di Gedung Bakorwil IV, 3.000 anak yatim menikmati buka puasa bersama sekaligus belanja gratis, disaksikan ribuan masyarakat, relawan, dan pendamping. Jumlah peserta mencapai 6.000 orang, menjadikan acara ini langsung diakui sebagai salah satu program sosial terbesar dan terpanjang di Indonesia, resmi dicatat oleh MURI.

Sejak sore, Gedung Bakorwil dipenuhi keceriaan, tawa, dan senyum anak-anak yatim, sementara panitia menyiapkan santunan, baju Lebaran, dan ribuan porsi makanan khas Madura.

Puncak acara menghadirkan 3.000 balon harapan yang dilepaskan ke langit, simbol doa dan impian anak-anak yang sekaligus menegaskan kepedulian sosial BIP.

Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, hadir langsung untuk memberikan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan luar biasa ini. “Ini luar biasa. BIP telah menghadirkan program sosial terbesar bagi anak-anak yatim. Semoga menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus berbagi dan peduli,” ujar Bupati.

Founder BIP, Ali Zainal Abidin, menambahkan, momentum Ramadan ini ia gunakan untuk mengetuk pintu langit dengan doa anak-anak yatim.

“Dari mereka, keberkahan itu lahir. Kegiatan ini bukan sekadar berbagi, tetapi menanamkan nilai kemanusiaan dan empati yang berkelanjutan. Kami berharap setiap senyum mereka menjadi inspirasi bagi semua untuk terus peduli.” tegas dia.

Acara ini menegaskan bahwa berbagi kebahagiaan di bulan suci bisa meninggalkan jejak sejarah. Penghargaan MURI menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial yang dilakukan dengan ketulusan mampu menciptakan rekor sekaligus inspirasi bagi masyarakat luas.

Dengan ribuan doa yang melangit dari anak-anak yatim, Pamekasan menjadi saksi bahwa Ramadan adalah momen untuk menebar kebaikan, membangun solidaritas, dan menghadirkan kebahagiaan yang menembus batas jumlah dan ruang.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika

25 Mei 2026 - 21:40 WIB

Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau

23 Mei 2026 - 20:13 WIB

DKPP Pacitan Latih Petani Buat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

13 Mei 2026 - 07:14 WIB

Tarot Berubah Wajah, dari Ramalan Menuju Alat Refleksi Diri

12 April 2026 - 19:35 WIB

Deasy Ariesta atau Desta menjelaskan tarot sebagai alat refleksi diri, bukan ramalan

Aktivis Bajingan

6 April 2026 - 20:04 WIB

Trending di Sosial & Lingkungan