Menu

Mode Gelap
Sengketa Lahan di Desa Bilelando: Eksekusi Ditunda Polisi, Pengacara Ungkap Dugaan Cacat Hukum Formil Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau Sensasi Nonton Film Indie di Bawah Langit Surabaya Barat Lewat Cinema Under The Stars Domino Resmi Jadi Cabang Olahraga Nasional, ORADO Jatim Apresiasi Keputusan KONI Solidaritas untuk Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel Saat Membawa Misi Kemanusiaan ke Gaza

Sosial & Lingkungan

Arus Mudik Lebaran 2026 Capai Puncak, Fasilitas Kesehatan Disiagakan

badge-check


					Pemerintah menyiagakan layanan kesehatan untuk mendukung keselamatan pemudik selama perjalanan. Perbesar

Pemerintah menyiagakan layanan kesehatan untuk mendukung keselamatan pemudik selama perjalanan.

SURABAYA, ISTARA – Arus mudik Lebaran 2026 mulai mencapai puncaknya pada H-3 Lebaran, Rabu (18/3). Peningkatan pergerakan pemudik terlihat dari bertambahnya volume kendaraan di jalur keluar kota serta meningkatnya aktivitas di terminal dan stasiun.

Di Surabaya dan sekitarnya, kepadatan mulai terlihat di sejumlah akses utama menuju luar kota. Kondisi ini menunjukkan arus mudik telah memasuki fase padat seiring dimulainya periode libur panjang.

Pola mudik tahun ini juga cenderung lebih tersebar. Fleksibilitas waktu kerja mendorong sebagian masyarakat berangkat lebih awal, sehingga lonjakan tidak terpusat dalam satu waktu.

Pemerintah Siagakan Layanan Kesehatan

Menghadapi peningkatan mobilitas tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas kesehatan di jalur mudik.

Petugas membuka posko kesehatan di titik strategis seperti rest area, terminal, dan jalur utama. Tim medis memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar serta penanganan awal bagi pemudik yang mengalami keluhan selama perjalanan.

Rumah sakit tetap beroperasi selama libur Lebaran. Tenaga medis menjaga layanan kegawatdaruratan selama 24 jam agar masyarakat bisa mendapatkan penanganan cepat saat dibutuhkan.

Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga tetap dapat mengakses layanan kesehatan di berbagai daerah, termasuk di luar domisili.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia di sepanjang jalur mudik jika mengalami gangguan kesehatan.

Risiko Kesehatan Saat Mudik

Peningkatan arus mudik juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Perjalanan jauh, kelelahan, serta perubahan pola makan dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Beberapa kondisi yang kerap muncul saat Lebaran meliputi gangguan pencernaan, kelelahan, serta peningkatan tekanan darah akibat konsumsi makanan tinggi lemak dan santan.

Pemudik perlu menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, serta beristirahat secara berkala, terutama saat berkendara.

Pemudik juga perlu membawa obat-obatan pribadi, khususnya bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Peran Masyarakat Jadi Kunci

Selain kesiapan fasilitas dari pemerintah, kesadaran masyarakat memegang peran penting dalam menjaga kelancaran arus mudik.

Kondisi tubuh yang tetap terjaga membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan selama perjalanan.

Dengan dukungan fasilitas dari pemerintah dan kewaspadaan masyarakat, perjalanan mudik Lebaran 2026 diharapkan dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika

25 Mei 2026 - 21:40 WIB

Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau

23 Mei 2026 - 20:13 WIB

DKPP Pacitan Latih Petani Buat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

13 Mei 2026 - 07:14 WIB

Tarot Berubah Wajah, dari Ramalan Menuju Alat Refleksi Diri

12 April 2026 - 19:35 WIB

Deasy Ariesta atau Desta menjelaskan tarot sebagai alat refleksi diri, bukan ramalan

Aktivis Bajingan

6 April 2026 - 20:04 WIB

Trending di Sosial & Lingkungan