Menu

Mode Gelap
HUT Surabaya ke-733 Dirayakan Meriah, Djaman Doeloe Resto Hadirkan Wayang Kulit dan Pasar Rakyat ORADO Jatim Libatkan UMKM Produksi Peralatan Turnamen Domino Sengketa Lahan di Desa Bilelando: Eksekusi Ditunda Polisi, Pengacara Ungkap Dugaan Cacat Hukum Formil Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau Sensasi Nonton Film Indie di Bawah Langit Surabaya Barat Lewat Cinema Under The Stars

Pendidikan & Budaya

Dari Uang Jajan Jadi Amal, Siswa SDN Panaongan III Berikan Santunan Lewat Program JUMPAYASIN

badge-check


					Dari Uang Jajan Jadi Amal, Siswa SDN Panaongan III Berikan Santunan Lewat Program JUMPAYASIN Perbesar

Sumenep, 14 Maret 2026 – Suasana religius dan penuh kepedulian sosial terasa kuat dalam kegiatan Pondok Ramadhan hari ketiga yang digelar di SDN Panaongan III pada Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter siswa agar tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga memiliki empati terhadap sesama.

Sejak pagi, para siswa mengikuti shalat Dhuha berjamaah yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan ngaji bersama dan tadarus Al-Qur’an, di mana siswa membaca dan menyimak ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergantian dengan bimbingan para guru.

Setelah itu, siswa mendapatkan materi hikmah Ramadhan yang mengangkat tema thaharah, yakni tentang pentingnya bersuci dari hadas dan najis sebagai syarat utama dalam menjalankan ibadah. Materi ini diberikan sebagai bekal dasar agar siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, baik secara fisik maupun spiritual.

Kegiatan Pondok Ramadhan semakin bermakna ketika acara ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah. Yang menarik, santunan tersebut diberikan langsung oleh para siswa kepada penerima.

 

Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, menjelaskan bahwa santunan tersebut berasal dari program sosial sekolah yang bernama JUMPAYASIN (Jumat Sapa Yatim dan Fakir Miskin).

“Dana santunan ini berasal dari siswa yang secara sukarela menyisihkan sebagian uang jajannya setiap hari Jumat melalui program JUMPAYASIN,” ungkapnya saat ditemui awak media.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam menyerahkan santunan secara langsung memiliki tujuan edukatif yang kuat.

“Anak-anak perlu melihat sendiri bahwa apa yang mereka sisihkan dari uang jajan itu benar-benar sampai kepada orang yang membutuhkan. Dari situ tumbuh rasa empati dan kepedulian sosial,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi cara untuk menanamkan nilai syukur dalam diri siswa.

“Dengan melihat kondisi masyarakat sekitar yang masih membutuhkan bantuan, siswa belajar untuk lebih bersyukur sekaligus memahami pentingnya berbagi. Harapannya, nilai-nilai ini akan terus melekat hingga mereka dewasa nanti,” tuturnya.

Melalui rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan ini, SDN Panaongan III tidak hanya mengajarkan ibadah secara ritual, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial sejak usia dini kepada para siswanya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pengukuhan Guru Besar Unitomo, Prof. Ully Tampubolon Dorong Batik Indonesia Menjadi Kekuatan Industri Fashion Dunia

21 Mei 2026 - 16:15 WIB

Tembus Seleksi Ketat, Tiga Dosen Unitomo Ikut Rumuskan Kebijakan Ekonomi Berkelanjutan di Forum SEME 2026

21 Mei 2026 - 15:55 WIB

Lombok Tengah, Persiapan MTQ XXXI NTB Capai 70%

14 Mei 2026 - 00:28 WIB

APFI 2026 di Bogor Soroti Krisis Media dan Semangat Pewarta Foto

9 Mei 2026 - 11:28 WIB

Para pemenang dan pengurus Pewarta Foto Indonesia berfoto bersama dalam ajang Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 di Bogor.

RLD Ubah Cara Bikin Video: Tanpa Kamera Mahal, Warga Surabaya Kini Bisa Viral dengan AI

5 Mei 2026 - 16:02 WIB

Trending di Pendidikan & Budaya