Menu

Otomatis
Breaking News

Sosial & Lingkungan

DKPP Pacitan Latih Petani Buat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

badge-check

DKPP Pacitan Latih Petani Buat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan Perbesar

PACITAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan terus mendorong penerapan pertanian ramah lingkungan melalui pelatihan pembuatan bahan pengendali alami bagi petani. Kegiatan tersebut melibatkan petugas POPT, penyuluh pertanian lapangan, hingga kelompok tani sebagai upaya memperkuat kemandirian petani menghadapi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Dalam kegiatan tersebut, petani diperkenalkan dengan tiga metode pengendalian alami, yakni pembuatan pestisida nabati Micesla, Bubur California, serta Agen Pengendali Hayati (APH) Trikoderma.

Koordinator POPT Kabupaten Pacitan, Ilham Ramadhan menjelaskan bahwa ketiga inovasi tersebut dibuat untuk membantu petani mengendalikan hama dan penyakit tanaman secara efektif namun tetap aman bagi lingkungan.

“Semua ini dibuat untuk melakukan upaya pengendalian hama dengan cara yang ramah lingkungan,” ujar Ilham.

Ia menerangkan, Micesla merupakan pestisida nabati berbahan dasar tumbuhan alami yang diambil dari singkatan Mimba, Cengkeh, Serai, Suruh, dan Laos. Seluruh bahan tersebut memiliki kandungan alami yang mampu membantu menekan perkembangan hama, jamur, bakteri hingga virus pada tanaman.

Menurutnya, bahan-bahan Micesla sangat mudah diperoleh masyarakat karena berasal dari tanaman yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Cara pembuatannya pun relatif sederhana dan dapat dilakukan sendiri oleh petani.

“Bahan hanya dikumpulkan, dihaluskan, kemudian difermentasi satu hari. Setelah disaring sudah bisa langsung diaplikasikan,” jelasnya.

Dalam praktiknya, Micesla dapat digunakan dengan berbagai metode aplikasi, baik disemprot ke bagian daun maupun dikocorkan ke tanah. Bahkan cairan tersebut juga dapat diaplikasikan menggunakan drone pertanian sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kalau sasaran penyakitnya di tanah biasanya dikocor, tetapi kalau di bagian atas tanaman bisa disemprot,” imbuhnya.

Micesla disebut cocok digunakan untuk berbagai jenis tanaman mulai padi, jagung, tomat, kedelai hingga tanaman tahunan. Penggunaan pestisida nabati sejak awal masa tanam dinilai mampu menjadi langkah pencegahan sebelum serangan hama berkembang lebih luas.

Ilham menilai selama ini banyak petani terlambat melakukan pengendalian karena baru bertindak saat tanaman sudah terserang penyakit. Kondisi itu membuat biaya produksi meningkat akibat ketergantungan pada pestisida kimia.

“Kalau diaplikasikan sedari awal, sebenarnya hama bisa dicegah sebelum muncul. Jadi petani tidak perlu menunggu tanaman rusak dulu,” katanya.

Selain Micesla, pelatihan juga menghadirkan praktik pembuatan Bubur California yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tanaman dan kondisi tanah pertanian. Bubur California dibuat dari campuran belerang, kapur aktif dan air yang dimasak kemudian difermentasi.

Bahan tersebut berfungsi membantu meningkatkan pH tanah yang terlalu asam, menekan serangan jamur dan bakteri, mengatasi daun kering, sekaligus menjadi pupuk daun alami.

“Fungsinya banyak, bukan hanya pengendali penyakit tetapi juga membantu kesuburan tanaman,” terang Ilham.

Sementara itu, pelatihan APH Trikoderma dilakukan sebagai bentuk pengendalian hayati menggunakan mikroorganisme alami untuk melawan organisme penyebab penyakit tanaman.

Konsep tersebut dinilai lebih aman karena memanfaatkan makhluk hidup sebagai agen pelindung tanaman tanpa merusak ekosistem pertanian.

“Ini konsep pengendalian alami, melawan organisme penyebab penyakit dengan organisme yang bermanfaat,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, DKPP Pacitan berharap petani semakin mandiri dalam menyediakan bahan pengendali hama dan penyakit tanaman berbasis alami, murah, mudah diproduksi, serta mendukung pertanian sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Pacitan.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kontes Bonsai se-Jatim Bergulir di Sumenep, Dandim Dorong Kreativitas Bernilai Ekonomi

26 Jul 2026 - 22:18 WIB

Kontes Bonsai se-Jatim Bergulir di Sumenep, Dandim Dorong Kreativitas Bernilai Ekonomi

Sinergi Nyata untuk Masa Depan, CV Ayunda Pamekasan dan Lapas Ciptakan Warga Binaan Berdaya Saing

18 Jul 2026 - 17:50 WIB

Sinergi Nyata untuk Masa Depan, CV Ayunda Pamekasan dan Lapas Ciptakan Warga Binaan Berdaya Saing

Pertemuan Penuh Makna di Pendopo Bani Group Pamekasan, Wan Sehan Kobarkan Kembali Ruh Perjuangan Kemanusiaan

17 Jul 2026 - 12:45 WIB

Pertemuan Penuh Makna di Pendopo Bani Group Pamekasan, Wan Sehan Kobarkan Kembali Ruh Perjuangan Kemanusiaan

Resmi Dibubarkan, BIP Foundation Tinggalkan Jejak Ribuan Aksi Kemanusiaan Masif di Indonesia

15 Jul 2026 - 16:13 WIB

Resmi Dibubarkan, BIP Foundation Tinggalkan Jejak Ribuan Aksi Kemanusiaan Masif di Indonesia

Jejak Kejahatan Dipersempit, Kasatreskrim Polres Sampang Diganjar Reward atas Kinerja Luar Biasa

15 Jul 2026 - 11:41 WIB

Jejak Kejahatan Dipersempit, Kasatreskrim Polres Sampang Diganjar Reward atas Kinerja Luar Biasa
Trending di Sosial & Lingkungan