Menu

Mode Gelap
Lepas Gunting Rambut, Joe Temukan Jiwa Baru di Balik Mesin Kopi Hanaka Dobrak Kekosongan Hukum Bank Digital, Prof. Sri Astutik Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Unitomo Kasus Jurnalis Beritajatim Mandek 15 Bulan, KAJ Jatim Pertanyakan Keseriusan Polrestabes Surabaya Sabda Theatre Pentaskan “Kuning” pada Perayaan Dies Natalis ke-30 PTPN I Regional 5 Perluas Tanam Tembakau di Klaten Jadi 50 Hektare HUT Surabaya ke-733 Dirayakan Meriah, Djaman Doeloe Resto Hadirkan Wayang Kulit dan Pasar Rakyat

Olahraga & Pariwisata

Lepas Gunting Rambut, Joe Temukan Jiwa Baru di Balik Mesin Kopi Hanaka

badge-check


					Joe menyeduh kopi pesanan pelanggan di Hanaka Social Space, Surabaya. Foto/Olivielyn Perbesar

Joe menyeduh kopi pesanan pelanggan di Hanaka Social Space, Surabaya. Foto/Olivielyn

SURABAYA, ISTARA – Deru mesin espresso di sudut Hanaka Social Space itu terdengar seperti ritme baru dalam hidup Joe. Perempuan itu berdiri tegak di balik bar, jemarinya lincah memutar knob, sementara matanya lekat menatap cairan hitam pekat yang mengucur perlahan ke dalam cangkir keramik. Aroma magis langsung menyeruak, memenuhi ruang-ruang kosong di sekitarnya.

Siapa sangka, tangan yang kini begitu puitis meracik kopi, dulunya adalah tangan yang akrab dengan tajamnya gunting dan sisir rambut. Ya, Joe adalah seorang mantan barber.

Langkah berani melompat dari dunia pangkas rambut ke dunia seduh kopi atau barista ini bukan sekadar urusan pindah tempat kerja, melainkan sebuah perjalanan spiritual menemukan sejatinya gairah hidup.

Bagi banyak orang, kopi mungkin hanya penawar kantuk di kala senja atau teman obrolan yang lewat begitu saja. Namun bagi Joe, setiap biji kopi menyimpan seonggok misteri yang menanti untuk dipecahkan. Rasa penasarannya bukan kaleng-kaleng.

Saking inginnya menyelami karakter rasa, Joe bahkan pernah nekat mengunyah biji kopi mentah yang masih hijau. Sebuah cara gila hanya demi merasakan sensasi getir murni sebelum biji-biji itu masuk ke dalam mesin sangrai.

Memulai segalanya dari titik nol jelas bukan perkara gampang. Namun, Joe mengubur dalam-dalam rasa canggungnya. Ia pelajari kembali anatomi rasa, menghafal variabel suhu air, hingga melatih kepekaan hidungnya.

Di matanya, profesi barista bukan sekadar buruh pembuat minuman pesanan. Barista adalah sutradara dari kenyamanan para pelancong rasa yang singgah di kedainya.

Setahun sudah Joe menempa diri di Hanaka Social Space. Kedai ini bukan lagi sekadar tempat mencari nafkah, melainkan panggung teater tempat ratusan cerita manusia berseliweran setiap hari. Dari balik mesin espresso, Joe merekam senyum, tawa, bahkan keluh kesah pelanggannya yang melebur bersama kepulan asap kopi.

“Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggan agar mereka mendapatkan pengalaman minum kopi yang berkesan,” tutur Joe.

Lelah? Tentu saja ada. Namun, ketika hati sudah menuntun jemari, rasa penat itu menguap begitu saja, kalah oleh kepuasan melihat pelanggannya tersenyum pada sesapan pertama.

Kisah Joe menjadi tamparan lembut bagi kita semua: bahwa jalan hidup tak pernah sedatar penggaris. Terkadang, kita harus berani membuang “gunting” lama kita demi menggenggam “portafilter” baru yang membawa kita pada arti hidup yang sesungguhnya.

Penulis: Olivielyn/GMNI Surabaya Raya

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sensasi Nonton Film Indie di Bawah Langit Surabaya Barat Lewat Cinema Under The Stars

23 Mei 2026 - 16:19 WIB

Sesi diskusi dan review film berlangsung hangat dalam event Cinema Under The Stars di Soirée Rooftop Bar, Four Points by Sheraton Surabaya Pakuwon Indah, Surabaya Barat.

Domino Resmi Jadi Cabang Olahraga Nasional, ORADO Jatim Apresiasi Keputusan KONI

22 Mei 2026 - 09:57 WIB

Domino Resmi Jadi Cabor Nasional, ORADO Jatim Apresiasi Keputusan KONI

Persaingan Makin Sengit, 8 Pemain Bertahan di Pekan Kedua Domino HGI City Cup

9 Mei 2026 - 00:07 WIB

Aktivasi Kawasan, ITDC Gelar Mandalika Wellness & Cultural Festival 2026

5 Mei 2026 - 18:23 WIB

HGI City Cup 2026 Surabaya Fest Dorong Perputaran Ekonomi UMKM, Hadirkan Aktivasi Esports Berbasis Dampak

29 April 2026 - 20:52 WIB

Trending di Olahraga & Pariwisata