SUMENEP, Kamis (22/1/2026) – Musibah kebakaran yang melanda rumah warga Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, tidak dibiarkan berlarut dalam duka. Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep hadir dengan langkah nyata melalui program Rumah Sehat Idaman BAZNAS (RSIB) bagi Sundari (58), korban kebakaran akibat konsleting listrik yang menyebabkan kerusakan berat pada atap rumahnya.
Melalui program RSIB tersebut, BAZNAS Sumenep menyalurkan bantuan senilai Rp20 juta sebagai upaya menghadirkan kembali hunian yang aman, sehat, dan layak.
Bantuan ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga diarahkan sebagai fondasi pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi keluarga pascabencana.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, menegaskan bahwa kehadiran RSIB merupakan wujud nyata fungsi zakat dalam menjawab situasi darurat kemanusiaan.
“Saat musibah terjadi, kebutuhan paling mendesak adalah rasa aman. Rumah bukan sekadar bangunan, tetapi tempat berlindung dan titik awal bangkitnya kehidupan keluarga. RSIB kami hadirkan agar korban dapat kembali hidup tenang dan bermartabat,” ujarnya.
Berdasarkan laporan resmi pihak kelurahan, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, dampaknya sangat signifikan terhadap kelayakan tempat tinggal korban.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, BAZNAS bergerak cepat menyiapkan intervensi berbasis kebutuhan dasar melalui RSIB, disertai proses verifikasi administrasi dan dokumentasi lokasi kejadian agar bantuan tepat sasaran.
Ahmad Rahman menegaskan, program RSIB merupakan bagian dari strategi optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar tidak berhenti pada bantuan sesaat, melainkan memberi manfaat jangka panjang.
“Kami ingin zakat benar-benar menjadi solusi. Rumah yang sehat berdampak langsung pada kesehatan keluarga, ketenangan psikologis, hingga kemampuan ekonomi untuk bangkit kembali setelah bencana,” tegasnya.
Langkah BAZNAS ini sejalan dengan arah pembangunan sosial yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang menempatkan hunian layak sebagai kebutuhan paling mendasar dalam upaya menekan angka kemiskinan.
Hal ini tercermin dari penyerahan kunci RTLH oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di Desa Gelugur, Kecamatan Lenteng, yang menegaskan bahwa rumah layak merupakan pintu masuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menegaskan bahwa penanganan persoalan sosial tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci agar masyarakat terdampak bencana tidak hanya menerima bantuan darurat, tetapi juga memperoleh solusi jangka panjang yang manusiawi dan berkeadilan.
Melalui program RSIB, BAZNAS Kabupaten Sumenep berharap Sundari dapat kembali menata kehidupan dengan lebih aman dan penuh harapan. Lebih dari sekadar pembangunan rumah, bantuan ini menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu hadir sebagai instrumen perlindungan sosial serta penguat nilai gotong royong di tengah musibah.











