SUMENEP — Minggu, 25 Januari 2026
Peta persaingan calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep mulai menunjukkan arah yang lebih jelas. Jika sebelumnya hanya disebut sebagai kuda hitam, kini Abd. Rahman Riadi tampil sebagai salah satu figur yang paling serius diperhitungkan dalam kontestasi jabatan strategis tersebut.
Lintasan karier Rahman Riadi berbicara banyak. Ia bukan produk birokrasi instan. Dari memimpin BPBD Sumenep di situasi krisis, mengawal reformasi layanan saat menjabat Kepala DPMPTSP, hingga kini mengelola kompleksitas kebijakan sosial sebagai Kepala Dinas Sosial, Rahman Riadi dinilai memiliki pengalaman yang lengkap, teknis, manajerial, sekaligus humanis.
Seorang pengamat kebijakan publik Ahmad Fatah menilai, jabatan Sekda membutuhkan figur yang tidak hanya piawai di meja rapat, tetapi juga teruji di lapangan.
“Sekda itu harus mampu membaca tekanan, mengelola konflik kepentingan, dan memastikan birokrasi tetap berjalan. Rekam jejak Rahman Riadi menunjukkan kapasitas itu,” ujarnya.
Dalam bursa Sekda Sumenep, Rahman Riadi bersaing dengan sejumlah nama kuat lain, seperti Chairul Rasyid (Kepala DKPP), Moh. Ramli (Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian), serta Moh. Iksan (Kepala Dinas Pendidikan). Keempatnya dinilai sama-sama memenuhi syarat formal dan memiliki pengalaman panjang di birokrasi daerah.
Namun, Rahman Riadi disebut memiliki keunggulan tersendiri, kemampuan mengelola sektor-sektor sensitif yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Modal ini dianggap relevan dengan tantangan birokrasi Sumenep yang membutuhkan figur penyeimbang antara ketegasan struktural dan kepekaan sosial.
Di sisi lain, Pemkab Sumenep menegaskan bahwa proses seleksi Sekda dilakukan secara transparan dan berada dalam pengawasan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kepala BKPSDM Sumenep, Ir. Benny Irawan, menegaskan seleksi ini bukan ruang kompromi kepentingan.
Meski demikian, dinamika di luar ruang seleksi terus bergerak. Nama Rahman Riadi kini tak lagi berada di barisan pinggir. Ia telah masuk radar utama sebuah sinyal bahwa bursa Sekda Sumenep tidak lagi sekadar soal siapa yang paling lama menjabat, tetapi siapa yang paling siap memegang kendali.
Siapa yang akhirnya akan dipercaya memimpin jantung birokrasi Sumenep?
Jawabannya akan ditentukan oleh proses resmi yang sedang berjalan.







