Menu

Mode Gelap
Sumenep Bersolawat 2026: Syukur, Evaluasi, dan Perkuat Ukhuwah di Tengah Pembangunan Daerah Cahaya Pro Bongkar Fakta Cukai Rokok 1999 vs 2026, Jomplang 36% vs 70% Industri Rokok Minta Menkeu Purbaya Terapkan Tarif Cukai Khusus Demi Selamatkan Usaha Lokal Tak Hanya Penuhi Gizi Anak, SPPG Polres Loteng Diharapkan Gerakkan Ekonomi Petani dan UMKM Ramadhan Gerakkan Ekonomi UMKM Surabaya, Omzet Pedagang Naik Dua Kali Lipat Rindu Nasi Mandi? Nuansa Timur Tengah Ini Hadir di Surabaya

Politik & Pemerintahan

DKPP Sumenep Buktikan Keunggulan Inovasi Pertanian Lewat 2 Penghargaan

badge-check


					DKPP Sumenep Buktikan Keunggulan Inovasi Pertanian Lewat 2 Penghargaan Perbesar

SUMENEP — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Sumenep dalam sektor pertanian. Pada ajang Gema Inovasi Pengembangan Tembakau yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Provinsi Jawa Timur, Selasa (2/12/2025) malam, Sumenep sukses memborong dua penghargaan sekaligus untuk kategori Penerapan Inovasi Teknis Pengembangan Varietas Tembakau.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa inovasi yang dilakukan kelompok tani di Sumenep menjadi bukti nyata kemampuan petani dalam memaksimalkan potensi lokal dan meningkatkan kualitas komoditas unggulan.

“Kami berhasil menyabet juara pertama dan kedua sekaligus. Ini membuktikan bahwa inovasi petani Sumenep mampu bersaing di tingkat provinsi,” ujar Chainur, Rabu (3/12/2025).

Juara pertama diraih Poktan Al Muawwanah Gang Asem, Desa Guluk-Guluk, melalui inovasi penggunaan trichoderma pada bokashi. Teknik ini dinilai efektif mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia.

Penggunaan bahan lokal seperti cairan gula merah yang dikocorkan ke tanaman menjadi nilai tambah. Metode tersebut mampu meningkatkan kualitas daun tembakau sekaligus menjaga kesuburan tanah.

Sementara itu, juara kedua diraih Poktan Al-Ikhlas dari Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan. Mereka mengembangkan inovasi pemanfaatan asam amino dari tanaman kelor yang terbukti membantu meningkatkan kualitas daun serta produktivitas panen.

Chainur Rasyid berharap prestasi ini mendorong lebih banyak petani untuk menerapkan teknik budidaya yang ramah lingkungan, efisien, dan berbasis riset lapangan.

“Inovasi harus terus berkembang dan menyebar. Harapan kami, kualitas tembakau Sumenep semakin baik dan semakin dikenal sebagai produk unggulan Jawa Timur,” ujarnya.

Prestasi beruntun yang diraih Kabupaten Sumenep bukan sekadar kemenangan di atas panggung penghargaan, melainkan sinyal kuat bahwa transformasi sektor pertanian di daerah ini benar-benar berjalan. Ketika kelompok tani mampu menghasilkan inovasi berbasis riset lapangan, menggunakan bahan lokal, dan tetap menjaga prinsip ramah lingkungan, maka arah pembangunan pertanian Sumenep jelas berada di jalur yang tepat.

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa petani bukan lagi sekadar pelaku di lapangan, tetapi pionir perubahan yang membawa nilai tambah bagi daerah. Jika konsistensi inovasi terus dijaga, Sumenep berpeluang besar menjadi rujukan pengembangan tembakau nasional, bukan hanya karena kualitasnya, tetapi karena keberanian petaninya dalam berinovasi.

Pada akhirnya, penghargaan ini seharusnya menjadi penyemangat bagi semua pemangku kepentingan untuk memperluas pendampingan, memperkuat riset, dan memastikan setiap petani merasakan dampak positif dari kemajuan yang sedang diukir bersama.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sumenep Bersolawat 2026: Syukur, Evaluasi, dan Perkuat Ukhuwah di Tengah Pembangunan Daerah

1 Maret 2026 - 00:40 WIB

Industri Rokok Minta Menkeu Purbaya Terapkan Tarif Cukai Khusus Demi Selamatkan Usaha Lokal

28 Februari 2026 - 21:34 WIB

Pathul Bahri Sampaikan Jawaban Eksekutif atas 4 Ranperda Strategis di Sidang Paripurna DPRD Lombok Tengah

23 Februari 2026 - 12:13 WIB

DLH Sumenep Lakukan Gebrakan Besar! JSI dan Komunitas Bersatu untuk HPSN 2026 dan Lingkungan Bersih

21 Februari 2026 - 18:16 WIB

Bupati Sumenep Kembali Gelar Mudik Gratis 2026 untuk Perantau Jakarta

20 Februari 2026 - 22:58 WIB

Trending di Politik & Pemerintahan