Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Politik & Pemerintahan

Solidaritas untuk Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel Saat Membawa Misi Kemanusiaan ke Gaza

badge-check

Aksi solidaritas jurnalis Surabaya untuk pembebasan jurnalis Indonesia yang ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Perbesar

Aksi solidaritas jurnalis Surabaya untuk pembebasan jurnalis Indonesia yang ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza.

SURABAYA, ISTARA — Gelombang solidaritas untuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan militer Israel menggema di Taman Apsari, Kamis (21/5/2026). Mereka terdiri dari empat jurnalis nasional dan lima relawan kemanusiaan yang berlayar menuju Gaza melalui misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

Militer Israel (IDF) mencegat kapal yang mereka tumpangi di perairan internasional dekat Siprus. Hingga kini, keluarga dan rekan mereka belum mendapat kepastian mengenai kondisi maupun keberadaan para WNI tersebut.

Solidaritas Menggema di Taman Apsari

Sejumlah jurnalis dan aktivis menggelar aksi solidaritas di Taman Apsari, Surabaya, Kamis (21/5/2026), menuntut pembebasan jurnalis Indonesia dan relawan kemanusiaan yang ditahan militer Israel saat menjalankan misi bantuan menuju Gaza.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya, Aksi Kamisan, dan Forum Zakat Jawa Timur menggelar aksi solidaritas di Taman Apsari.

Dalam aksi itu, massa mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah penyelamatan. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah membuka jalur diplomasi darurat untuk memastikan keselamatan para WNI.

Empat jurnalis yang ikut dalam pelayaran itu yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo yang menjadi kontributor iNewsTV dan CNN Indonesia.

Sementara itu, lima peserta lainnya berasal dari Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Spirit of Aqsa, dan SMART 171.

Mereka berlayar menggunakan kapal Boralize dan Ozgurluk untuk membawa misi kemanusiaan ke Gaza. Kapal tersebut mengangkut bantuan logistik berupa obat-obatan dan bahan pangan bagi warga sipil.

AJI dan PFI Minta Pemerintah Bergerak Cepat

Ketua PFI Surabaya, Suryanto, menilai tindakan Israel melanggar hukum humaniter internasional. Menurutnya, jurnalis memiliki perlindungan khusus saat bertugas di wilayah konflik.

“Pekerja pers bukan bagian dari kombatan perang. Perlindungan terhadap jurnalis di wilayah konflik dijamin dalam Konvensi Jenewa. Kami mengutuk keras penangkapan sepihak ini dan mendesak negara segera menyelamatkan warganya,” ujarnya.

Selain itu, Ketua AJI Surabaya, Andre Yuris, meminta Kementerian Luar Negeri RI bergerak lebih cepat dan strategis. Ia juga mendorong pemerintah membuka jalur komunikasi dengan negara-negara yang memiliki akses langsung ke Israel.

“Pemerintah harus mengambil langkah taktis. Hubungi negara sahabat seperti Turki, Mesir, dan Yordania untuk menjadi mediator darurat,” kata Andre.

Lebih lanjut, ia meminta KBRI di kawasan Timur Tengah dan Eropa membuka posko perlindungan hukum bagi para korban.

AJI Kirim Nota Darurat ke IFJ

Di sisi lain, AJI telah mengirim nota darurat kepada International Federation of Journalists (IFJ). Langkah itu bertujuan membangun tekanan dari komunitas pers internasional atas penahanan para jurnalis Indonesia.

Menurut massa aksi, pencegatan kapal sipil pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Tak hanya itu, tindakan tersebut juga mengancam kebebasan pers serta menghambat distribusi bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tri Prakoso Tekankan Literasi, Kader GMNI Harus Mampu Baca Geopolitik hingga Geokonomi

7 Sep 2026 - 19:36 WIB

Tri Prakoso Tekankan Literasi, Kader GMNI Harus Mampu Baca Geopolitik hingga Geokonomi

Dindik Jatim Gandeng HGI, Sorotan Judi Online Mengemuka

21 Agu 2026 - 17:32 WIB

Dindik Jatim Gandeng HGI, Sorotan Judi Online Mengemuka

Saiful Bahri Siregar Dapat Amanah Baru sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus

10 Agu 2026 - 16:50 WIB

Saiful Bahri Siregar Dapat Amanah Baru sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus

Hari Jadi Sumenep 2026 Makin Berwarna, Bupati Ajak Warga Meriahkan Lomba Dayung di Kangayan

9 Agu 2026 - 20:46 WIB

Hari Jadi Sumenep 2026 Makin Berwarna, Bupati Ajak Warga Meriahkan Lomba Dayung di Kangayan

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

3 Agu 2026 - 20:13 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Trending di Politik & Pemerintahan