JAKARTA – Fenomena hewan peliharaan unik yang dipopulerkan selebgram Berlliana Lovell terus meluas. Setelah postingannya tentang seekor tikus hitam kesayangan bernama Tina, singkatan dari Tikus Berlliana, viral di media sosial, kisah ini kini diangkat ke platform youtube podcast milik Dedy Corbuzer.
Pada 26 November 2025, perkenalan Tina melalui unggahan Berlliana Lovell telah mencatat interaksi fantastis dengan 26.9 ribu likes dan 3.958 komentar. Alih-alih memilih anjing atau kucing, Berlliana memilih merawat tikus, sebuah langkah yang memicu beragam reaksi.
Berlliana kerap membagikan momen kebersamaan dan merawat Tina dengan penuh kasih sayang, berupaya menghapus stigma negatif pada hewan tersebut. Untuk melihat langsung postingan unik video keseharian Tina yang menggemaskan, publik dapat mengunjungi akun Instagram resmi Berlliana Lovell.
Tingginya minat publik terhadap pilihan tak biasa ini mencapai puncaknya ketika Berlliana diundang menjadi bintang tamu dalam podcast Dedy Corbuzer. Kehadiran Berlliana dan Tina menjadi sorotan utama, yang dibuktikan dengan judul episode yang menarik perhatian: “TAPI INI BUKAN TENTANG TIKUS GOT DOANG‼️❤️”.
Hal ini menunjukkan bahwa isu hewan peliharaan non-konvensional yang diangkat Berlliana tidak hanya sekadar tren, melainkan telah menjadi perbincangan serius mengenai batas dan persepsi masyarakat terhadap hewan.
Respons warganet di media sosial pun beragam dan unik. Akun kopi_malam_ku merespons dengan nada satire yang mencerminkan pandangan umum masyarakat: “Tikus lovers ya…… , dirumah gw bnyk… Tolong adopsi… 😭 ga tega liatnya mereka berkeliaran.”
Sementara itu, ada juga warganet yang mengaitkan pilihan unik ini dengan status pribadi Berlliana, seperti akun cute-mopi yang berkomentar, “Agak laen memang kalo cewe masih jomblo 😂”. Banyak pula yang sudah mafhum dengan gaya Berlliana yang selalu penuh kejutan, seperti yang diungkapkan oleh akun pheyx4: “Berliiiii ada aja yaahh gebrakannya ampuunnn ma ni orang yaahhh…”
Melalui kehadirannya di podcast Dedy Corbuzer, Berlliana Lovell secara tidak langsung mengedukasi publik bahwa dengan perawatan dan kebersihan yang tepat, hewan yang sering dianggap hama pun bisa menjadi peliharaan istimewa, sekaligus memperkuat tren eksplorasi hewan peliharaan non-konvensional di kalangan figur publik.











