Menu

Mode Gelap
HUT Surabaya ke-733 Dirayakan Meriah, Djaman Doeloe Resto Hadirkan Wayang Kulit dan Pasar Rakyat ORADO Jatim Libatkan UMKM Produksi Peralatan Turnamen Domino Sengketa Lahan di Desa Bilelando: Eksekusi Ditunda Polisi, Pengacara Ungkap Dugaan Cacat Hukum Formil Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau Sensasi Nonton Film Indie di Bawah Langit Surabaya Barat Lewat Cinema Under The Stars

Politik & Pemerintahan

Said Abdullah Menyalakan Kesadaran Kebangsaan Melalui Sosialisasi Empat Pilar di Sumenep

badge-check


					Said Abdullah Menyalakan Kesadaran Kebangsaan Melalui Sosialisasi Empat Pilar di Sumenep Perbesar

Sumenep, Istara – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura), MH. Said Abdullah, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Sumenep.

Kegiatan yang menyasar kalangan pemuda dan mahasiswa ini berlangsung di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf, Senin (22/12/2025), dengan fokus pada penguatan toleransi dan persatuan bangsa di tengah tantangan era digital.

Sosialisasi tersebut tidak diposisikan sebagai forum seremonial. Peserta justru diajak berdialog secara kritis untuk memaknai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai nilai hidup yang harus diterjemahkan dalam sikap, keputusan, dan tindakan sehari-hari.

Narasumber Moh. Thoha menegaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, tidak boleh mengikis tanggung jawab moral manusia.

Menurutnya, krisis kebangsaan hari ini bukan terletak pada kurangnya pengetahuan, melainkan melemahnya komitmen dan kesadaran etis.

“Pengetahuan bisa dicari dengan mudah, bahkan digantikan oleh AI. Tetapi komitmen kebangsaan, kejujuran, dan tanggung jawab tidak bisa diwakilkan oleh teknologi,” ujar Thoha.

Ia menambahkan, Indonesia sejak lama telah mengenal konsep hidup dalam perbedaan. Semangat Bhinneka Tunggal Ika, kata dia, merupakan warisan sejarah yang menuntut perawatan terus-menerus.

“Persatuan tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari kesadaran untuk saling menghormati. Jika tidak dirawat, perbedaan justru bisa menjadi sumber konflik,” katanya.

Sementara itu, Faishol Ridho mengingatkan bahwa arah pembangunan nasional sering kali lebih menekankan aspek ekonomi, sementara dimensi kebangsaan dan kemanusiaan terpinggirkan.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi melemahkan solidaritas sosial.

“Perdebatan publik hari ini lebih banyak berkutat pada kepentingan dan kekuasaan, bukan pada nilai dan keberpihakan kepada rakyat,” ujarnya.

Faishol menekankan pentingnya pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan hidup serta hak generasi mendatang.

“Kalau lingkungan rusak dan kemanusiaan diabaikan, maka persatuan bangsa hanya akan menjadi slogan,” tegasnya.

Ia pun mendorong pemuda dan mahasiswa untuk aktif terlibat dalam ruang-ruang kebijakan publik sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan.

Diskusi berlangsung dinamis melalui sesi tanya jawab yang mencerminkan kegelisahan generasi muda terhadap isu intoleransi, polarisasi media sosial, serta tantangan menjaga persatuan di era digital. Turut mendampingi kegiatan tersebut dua tenaga ahli MH. Said Abdullah, Moh. Fauzi, M.Pd., dan Slamet Hidayat, S.H.

Melalui kegiatan ini, Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi menjadi penggerak kesadaran kolektif generasi muda Sumenep untuk merawat toleransi, persatuan, dan masa depan Indonesia secara nyata.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Solidaritas untuk Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel Saat Membawa Misi Kemanusiaan ke Gaza

22 Mei 2026 - 09:35 WIB

Aksi solidaritas jurnalis Surabaya untuk pembebasan jurnalis Indonesia yang ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza.

Ahmad Dhafir Raih Magister Hukum di Unitomo Surabaya

27 April 2026 - 15:32 WIB

Solusi Nyata dari Gang Sempit, Posyandu Disabilitas Penanggungan Hapus Tembok Biaya Terapi

26 April 2026 - 14:16 WIB

Lia Istifhama Dukung RPH Halal untuk Ketahanan Pangan Jatim

15 April 2026 - 19:23 WIB

Halal Bihalal PKDI Sumenep, Kades Ditantang Kreatif Hadapi Tantangan

7 April 2026 - 11:33 WIB

Trending di Politik & Pemerintahan