Menu

Mode Gelap
Bupati Sumenep Penuhi Aspirasi DPRD Melalui Mutasi dan Promosi ASN Pimpinan Pusat HIMMAH NWDI Resmi Lantik Pengurus Cabang Lombok Tengah Periode 2025–2026 Arena Seleksi Sekda Sumenep Resmi Dibuka: Siap Menguji Kepemimpinan dan Integritas Badai Hukum di Jagat Hiburan: Denada Tambunan Digugat Anak Kandung, Pengacara Alam Gaib Turun Tangan Bukti Dedikasi, AKBP Jazuli Dani Iriawan Naik Kelas ke Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim Ratusan Guru Honorer Tolak Dirumahkan, Kasta NTB Minta Pemkab Loteng Tidak Gegabah!

Ekonomi & Bisnis

Prabowo dan Donald Trump Akan Bertemu untuk Akhiri Perang Tarif

badge-check


					Konferensi pers Perkembangan Kesepakatan Perdagangan Indonesia-Amerika Serikat secara Daring. Foto dok. Biro KLIP Kemenko Perekonomian. Perbesar

Konferensi pers Perkembangan Kesepakatan Perdagangan Indonesia-Amerika Serikat secara Daring. Foto dok. Biro KLIP Kemenko Perekonomian.

JAKARTA, ISTARA – Hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat (AS) bersiap memasuki babak baru yang bersejarah. Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada akhir Januari 2026 untuk menandatangani perjanjian tarif timbal balik atau Agreement on Reciprocal Tariff (ART).

Kesepakatan strategis ini diharapkan menjadiobat penawarbagi industri manufaktur tanah air yang sempat tertekan oleh gejolak tarif global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa negosiasi yang berlangsung di Washington DC dengan Perwakilan Dagang AS (USTR) telah mencapai kesepakatan substansial. Pertemuan tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo untuk mempercepat penyelesaian dokumen yang sempat dikabarkan menemui jalan buntu.

Isu-isu utama dan teknis sudah dibicarakan dan disepakati. Targetnya, sebelum akhir Januari ini dokumen sudah siap ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump, ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Selasa (23/12/2025).

Poin utama dalam dokumen ART ini adalah penurunan tarif impor produk Indonesia ke Amerika Serikat dari semula 32% menjadi 19%. Penurunan signifikan ini memberikan keunggulan kompetitif bagi komoditas andalan ekspor Indonesia di pasar Negeri Paman Sam.

Beberapa sektor yang mendapatkan pengecualian tarif khusus meliputi: Minyak Kelapa Sawit (CPO), Kopi dan Kakao, serta Produk Industri Padat Karya. Airlangga juga menegaskan bahwa kesepakatan ini memiliki dampak sosial yang masif.

Ini kabar baik bagi industri padat karya kita yang mempekerjakan sekitar 5 juta pekerja. Sektor ini yang paling terdampak langsung oleh kebijakan tarif, sehingga keberhasilan negosiasi ini sangat strategis bagi kepentingan nasional,” tambahnya.

Kejar Tayang: Lini Masa Finalisasi
Pemerintah kedua negara pun telah menyepakati jadwal ketat untuk menuntaskan detail teknis sebelum pertemuan puncak tersebut berlangsung. Proses akan dimulai pada minggu kedua Januari, tepatnya antara tanggal 12 hingga 19 Januari 2026, di mana tim teknis dari kedua negara akan melakukan legal drafting serta pembersihan dokumen (clean up).

Setelah proses tersebut rampung, finalisasi dokumen akan dilakukan pada minggu keempat Januari hingga siap untuk ditandatangani. Puncaknya, pertemuan bilateral antara Prabowo dan Trump dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari 2026 untuk peresmian perjanjian tersebut, sembari menyesuaikan dengan protokol kepresidenan Amerika Serikat.

Sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik, Indonesia juga berkomitmen membuka akses pasar bagi produk-produk AS dengan menghapus berbagai hambatan non-tarif (non-tariff barriers).

Langkah ini didukung dengan pembentukan Satgas Debottlenecking yang bertugas khusus menyelesaikan kendala birokrasi dan regulasi yang dialami pelaku usaha di lapangan. Dengan kebijakan deregulasi ini, diharapkan arus investasi dan perdagangan kedua negara dapat tumbuh lebih seimbang dan berkelanjutan.

Pertemuan Prabowo dan Trump di awal tahun 2026 ini diprediksi tidak hanya akan mengunci kerja sama ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi geopolitik Indonesia sebagai mitra dagang utama AS di kawasan Asia Tenggara.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UMP 2026 Diprotes Buruh, Menko Airlangga Beri Tanggapan

27 Desember 2025 - 15:48 WIB

Perang Lawan “Mata Elang” Digital: Komdigi Desak Google Hapus 8 Aplikasi Pelacak Kendaraan

20 Desember 2025 - 13:53 WIB

BRI Tunjuk Viviana Dyah Ayu Jadi Wakil Direktur Utama, Gantikan Agus Noorsanto

17 Desember 2025 - 17:27 WIB

Kesehatan Mata Jadi Prioritas, CV Ayunda Permata Sejahtera Adakan Pemeriksaan Gratis bagi Seluruh Karyawan

11 Desember 2025 - 15:12 WIB

Dari Lobby hingga Ballroom, Hotel Swiss-Belinn Manyar Surabaya Suguhkan Hospitality Terbaik

8 Desember 2025 - 12:19 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis