Menu

Mode Gelap
Sumenep Bersolawat 2026: Syukur, Evaluasi, dan Perkuat Ukhuwah di Tengah Pembangunan Daerah Cahaya Pro Bongkar Fakta Cukai Rokok 1999 vs 2026, Jomplang 36% vs 70% Industri Rokok Minta Menkeu Purbaya Terapkan Tarif Cukai Khusus Demi Selamatkan Usaha Lokal Tak Hanya Penuhi Gizi Anak, SPPG Polres Loteng Diharapkan Gerakkan Ekonomi Petani dan UMKM Ramadhan Gerakkan Ekonomi UMKM Surabaya, Omzet Pedagang Naik Dua Kali Lipat Rindu Nasi Mandi? Nuansa Timur Tengah Ini Hadir di Surabaya

Puisi

Anak Itu

badge-check


					Anak Itu Perbesar

Oleh: Gia Kemala

Bangku itu tetap dingin, Nak.

Kau tak datang membawa pena dan buku.

Sekolah meminta kehadiran,

tapi lupa menyiapkan kemungkinan.

 

Aku mengajar kata, kalimat, dan harapan.

Tapi aku lupa, huruf tak pernah lahir tanpa alat.

 

Anak itu terlalu kecil.

Sedang aku penyair yang banyak cakap,

berbicara tentang kemanusiaan

sambil membiarkan anak itu menghitung hari

dengan kekosongan.

 

Nietzsche benar, “Orang-orang dewasa hanyalah unta.”

 

Jika memang aku seekor unta,

aku mengaku,

aku gagal membaca tangis,

yang berakhir menjadi sesuatu yang tragis.

 

Sleman, Februari 2026

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semesta dan Engkau

10 Februari 2026 - 21:43 WIB

Gambar Visualisasi By AI

Bayang-bayang sunyi

10 Februari 2026 - 21:09 WIB

Kemenangan

10 Februari 2026 - 20:57 WIB

Gambar hasil Visualisasi AI

Skenario Terbaik

21 Januari 2026 - 19:59 WIB

Aku

15 Januari 2026 - 21:51 WIB

Gambar visualisasi by AI
Trending di Puisi