BATAM, ISTARA -Warga Batam kini tak perlu terbang ke Sumatera Barat untuk mencicipi salah satu kuliner paling ikonik dari Tanah Minang.
Four Points by Sheraton Batam memboyong Ayam Galundi, sebuah hidangan langka asal Solok, sebagai bintang utama dalam program “Pasar Malam Ramadan” tahun ini.
Kehadiran menu ini menjadi angin segar di tengah menjamurnya tawaran buffet buka puasa yang cenderung seragam.
Berbeda jauh dengan gulai pada umumnya yang berwarna kuning kunyit atau merah cabai, Ayam Galundi tampil eksentrik dengan kuah hitam pekat.
Warna gelap ini bukan berasal dari tinta cumi atau kluwek, melainkan hasil olahan buah galundi.
Rempah khusus ini memberikan aroma smoky yang khas dan rasa gurih yang meresap hingga ke serat daging terdalam.
Di daerah asalnya, Ayam Galundi memegang posisi terhormat. Masyarakat Solok biasanya hanya menyajikan menu ini dalam prosesi sakral seperti upacara adat atau pesta pernikahan.
Hidangan ini menjadi simbol penghormatan tertinggi bagi para tamu undangan.
Head Chef Four Points by Sheraton Batam, Ardi Nurgantina, menjelaskan bahwa pemilihan menu ini bertujuan memberikan pengalaman edukasi rasa bagi para pengunjung.
“Kami sengaja mengangkat Ayam Galundi karena keunikan dan nilai sejarahnya yang sangat kuat sebagai hidangan pesta adat. Menu ini menjadi bagian dari seratus pilihan hidangan yang kami siapkan dalam konsep pasar malam,” ujar Ardi.
Selain menonjolkan Ayam Galundi, hotel di bawah naungan jaringan Marriott International ini menyulap area restoran menjadi pusat kuliner rakyat.
Dengan skema rotasi menu tujuh hari, pengunjung dipastikan mendapatkan variasi berbeda setiap kali datang.
Mulai dari Bakso Tulang yang hangat, deretan takjil tradisional, hingga berbagai camilan pasar tersedia dalam konsep all-you-can-eat.
Bagi masyarakat yang ingin mencicipi eksotisme kuliner Minang ini, paket “Pasar Malam Ramadan” dibanderol seharga Rp198.000 net per orang.
Mengingat ketersediaan menu autentik yang terbatas setiap harinya, pihak hotel menyarankan para tamu untuk melakukan reservasi terlebih dahulu guna mengamankan tempat.
Langkah Four Points menghadirkan Ayam Galundi mempertegas posisi mereka dalam mengawinkan standar pelayanan global dengan eksplorasi kekayaan lokal yang sering kali terlupakan.











