TUBAN – Perputaran ekonomi warga Kabupaten Tuban mendapat dorongan baru setelah Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan bantuan sosial senilai Rp8,35 miliar.
Dana tersebut disalurkan kepada ribuan keluarga penerima manfaat, penyandang disabilitas, hingga pelaku usaha mikro guna menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan bantuan secara langsung dalam agenda Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10 di Pendopo Kridho Manunggal, Tuban, Kamis (5/3).
Sebagian besar anggaran bersumber dari Dinas Sosial Pemprov Jatim yang mengalokasikan Rp7,14 miliar. Dana tersebut digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi 2.004 keluarga penerima manfaat, penanganan kemiskinan ekstrem untuk 1.263 warga, serta bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) bagi 156 orang.
Khofifah memastikan bantuan disalurkan kepada kelompok yang paling membutuhkan. Sebagian dana diberikan dalam bentuk bantuan langsung bagi lansia dan penyandang disabilitas, sementara sebagian lain diarahkan untuk memperkuat modal usaha kecil.
“Kami memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Banyak yang berbentuk bantuan langsung untuk kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas, tetapi ada juga yang kami arahkan untuk penguatan modal usaha masyarakat,” kata Khofifah.
Program pendidikan juga ikut mendapat dukungan melalui skema KIP Putri Jawara dan PPKS Jawara.
Sementara penguatan ekonomi desa dijalankan lewat Program Desa Berdaya serta Jatim Puspa yang dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi warga di tingkat desa.
Menurut Khofifah, bantuan tersebut dirancang sebagai bantalan ekonomi bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah provinsi mendorong pemerintah kabupaten agar program serupa saling terhubung sehingga dampaknya tidak berhenti pada bantuan sesaat.
“Sinergi antara program provinsi dan kabupaten menjadi kunci. Kami ingin bantuan berubah menjadi pengungkit agar masyarakat bisa berdiri mandiri secara ekonomi dalam jangka panjang,” ujarnya.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyambut baik dukungan tersebut. Ia menilai bantuan dari Pemprov Jatim sangat membantu pemerintah daerah menjaga kesejahteraan warga, terutama ketika harga kebutuhan pokok cenderung naik selama Ramadan.
“Dukungan dari Pemprov Jawa Timur sangat berarti bagi masyarakat Tuban. Bantuan tersebut membantu kami menjaga daya beli warga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok saat Ramadan,” kata Aditya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian 100 mushaf Al-Qur’an yang merupakan hibah dari Kerajaan Arab Saudi kepada masyarakat Tuban sebagai simbol penguatan nilai keagamaan selama Ramadan.






