Menu

Mode Gelap
ART Ancam Kedaulatan Media Nasional, IJTI dan Ibas Bersuara Lia Istifhama Dukung RPH Halal untuk Ketahanan Pangan Jatim Run For Animals 2026: Lari Sambil Dukung Konservasi Satwa LEPAS Perkuat Ekspansi Global Jelang International Business Summit Asuransi Astra Kembali Raih Brand Keuangan Terpercaya 2026 Tarot Berubah Wajah, dari Ramalan Menuju Alat Refleksi Diri

Puisi

Anak Itu

badge-check


					Anak Itu Perbesar

Oleh: Gia Kemala

Bangku itu tetap dingin, Nak.

Kau tak datang membawa pena dan buku.

Sekolah meminta kehadiran,

tapi lupa menyiapkan kemungkinan.

 

Aku mengajar kata, kalimat, dan harapan.

Tapi aku lupa, huruf tak pernah lahir tanpa alat.

 

Anak itu terlalu kecil.

Sedang aku penyair yang banyak cakap,

berbicara tentang kemanusiaan

sambil membiarkan anak itu menghitung hari

dengan kekosongan.

 

Nietzsche benar, “Orang-orang dewasa hanyalah unta.”

 

Jika memang aku seekor unta,

aku mengaku,

aku gagal membaca tangis,

yang berakhir menjadi sesuatu yang tragis.

 

Sleman, Februari 2026

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semesta dan Engkau

10 Februari 2026 - 21:43 WIB

Gambar Visualisasi By AI

Bayang-bayang sunyi

10 Februari 2026 - 21:09 WIB

Kemenangan

10 Februari 2026 - 20:57 WIB

Gambar hasil Visualisasi AI

Skenario Terbaik

21 Januari 2026 - 19:59 WIB

Aku

15 Januari 2026 - 21:51 WIB

Gambar visualisasi by AI
Trending di Puisi