Menu

Mode Gelap
HUT Surabaya ke-733 Dirayakan Meriah, Djaman Doeloe Resto Hadirkan Wayang Kulit dan Pasar Rakyat ORADO Jatim Libatkan UMKM Produksi Peralatan Turnamen Domino Sengketa Lahan di Desa Bilelando: Eksekusi Ditunda Polisi, Pengacara Ungkap Dugaan Cacat Hukum Formil Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau Sensasi Nonton Film Indie di Bawah Langit Surabaya Barat Lewat Cinema Under The Stars

Puisi

Anak Itu

badge-check


					Anak Itu Perbesar

Oleh: Gia Kemala

Bangku itu tetap dingin, Nak.

Kau tak datang membawa pena dan buku.

Sekolah meminta kehadiran,

tapi lupa menyiapkan kemungkinan.

 

Aku mengajar kata, kalimat, dan harapan.

Tapi aku lupa, huruf tak pernah lahir tanpa alat.

 

Anak itu terlalu kecil.

Sedang aku penyair yang banyak cakap,

berbicara tentang kemanusiaan

sambil membiarkan anak itu menghitung hari

dengan kekosongan.

 

Nietzsche benar, “Orang-orang dewasa hanyalah unta.”

 

Jika memang aku seekor unta,

aku mengaku,

aku gagal membaca tangis,

yang berakhir menjadi sesuatu yang tragis.

 

Sleman, Februari 2026

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semesta dan Engkau

10 Februari 2026 - 21:43 WIB

Gambar Visualisasi By AI

Bayang-bayang sunyi

10 Februari 2026 - 21:09 WIB

Kemenangan

10 Februari 2026 - 20:57 WIB

Gambar hasil Visualisasi AI

Skenario Terbaik

21 Januari 2026 - 19:59 WIB

Aku

15 Januari 2026 - 21:51 WIB

Gambar visualisasi by AI
Trending di Puisi