Menu

Otomatis
Breaking News

Hukum & Kebijakan

ART Ancam Kedaulatan Media Nasional, IJTI dan Ibas Bersuara

badge-check

ART Ancam Kedaulatan Media Nasional, IJTI dan Ibas Bersuara Perbesar

JAKARTA, ISTARA – Kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) mulai memicu kekhawatiran terhadap masa depan media nasional. Skema yang membuka peluang kepemilikan asing hingga 100 persen di sektor penyiaran dinilai berpotensi menggeser kendali informasi di dalam negeri.

Peringatan datang dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Wakil Ketua Umum, Wahyu Triyogo, menyebut kebijakan tersebut tidak bisa dipandang sekadar sebagai peluang investasi.

“Kerja sama dalam ART yang membuka investasi asing hingga 100 persen di ekosistem media penyiaran berpotensi mengancam kedaulatan informasi dalam negeri,” ujarnya dalam pertemuan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Menurut Wahyu, tanpa pagar regulasi yang jelas, arah informasi publik bisa bergeser mengikuti kepentingan pihak luar. Dampaknya bukan hanya pada industri, tetapi juga pada kualitas demokrasi.

“Media bukan sekadar bisnis. Perannya strategis dalam menjaga demokrasi dan kedaulatan bangsa,” katanya.

Isu tersebut dibahas bersama Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono. Ia melihat tekanan global di sektor media harus dijawab dengan penguatan ekosistem digital dalam negeri.

“Kita harus memastikan ruang digital diisi informasi yang benar, akurat, dan bertanggung jawab. Literasi digital menjadi kunci agar masyarakat mampu membedakan informasi yang valid dan menyesatkan,” ujarnya.

Ibas juga menyinggung meningkatnya penyalahgunaan platform digital, mulai dari disinformasi hingga perundungan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perlindungan pengguna perlu berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri.

Pertemuan yang diinisiasi KTP2JB itu menghasilkan satu garis besar: Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi arus media global.

Kehadiran negara dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan antara keterbukaan investasi dan perlindungan kepentingan nasional. Tanpa intervensi kebijakan yang tepat, dominasi asing dikhawatirkan semakin sulit dikendalikan.

Di tengah disrupsi teknologi yang terus bergerak cepat, arah regulasi akan menentukan daya tahan media nasional.

Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi faktor penentu agar kedaulatan informasi tetap terjaga, sekaligus memastikan publik mendapatkan informasi yang kredibel.

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Konsultan Hukum PDAM Kantongi Bukti Chat WhatsApp Pendemo Minta Rp20 Juta

8 Sep 2026 - 18:15 WIB

Konsultan Hukum PDAM Kantongi Bukti Chat WhatsApp Pendemo Minta Rp20 Juta

Kasus Yudi Surya, Djoni Sudjatmoko Pertanyakan Pengawasan Platform Judi Online

30 Agu 2026 - 16:47 WIB

Kasus Yudi Surya, Djoni Sudjatmoko Pertanyakan Pengawasan Platform Judi Online

Kejar Cuan di Higgs Games Island, Yudi Surya Berakhir di Penjara

19 Agu 2026 - 19:01 WIB

Kejar Cuan di Higgs Games Island, Yudi Surya Berakhir di Penjara

Modal Rp10 Ribu, Jual Koin Higgs Domino Berujung 1 Tahun Penjara

19 Agu 2026 - 09:44 WIB

Modal Rp10 Ribu, Jual Koin Higgs Domino Berujung 1 Tahun Penjara

LPSK Soroti Banyak Korban Belum Tahu Hak Perlindungan dan Restitusi

12 Agu 2026 - 15:16 WIB

LPSK Soroti Banyak Korban Belum Tahu Hak Perlindungan dan Restitusi
Trending di Hukum & Kebijakan