ISTARA – Belakangan ini, nama selebritas Ayu Aulia menjadi buah bibir netizen setelah dituding mengaku-ngaku dilantik sebagai tim kreatif Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Tak ingin bola liar terus bergulir, Ayu akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut.
Dalam konferensi pers bersama Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) di Jakarta, Jumat (26/12), Ayu menegaskan bahwa isu dirinya menjadi bagian dari struktur Kemhan adalah murni miskomunikasi.
Ayu menjelaskan bahwa status sebenarnya adalah sebagai tim kreatif untuk organisasi GBN-MI. Kebetulan, prosesi pelantikannya memang dilakukan di lingkungan kantor kementerian tersebut.
“Saya juga tidak pernah bilang bahwa saya dilantik oleh Kemenhan, kan saya bilang ‘di Kemenhan’. Tapi, kan betul, memang di Kemenhan. Jadi, memang mungkin ini adalah miskomunikasi saja. Ini yang perlu kita luruskan,” tegas Ayu Aulia.
Tak Gentar Nyinyiran Netizen: “Pakai Uang Sendiri”
Meski kolom komentarnya dibanjiri kritik pedas—termasuk tudingan memakan uang pajak—Ayu Aulia tampak santai. Ia menekankan bahwa keterlibatannya dalam aksi bela negara ini murni didorong rasa nasionalisme tanpa membebani kas negara.
“Kalau aku, mau dikatain apa, mau dibilang katanya nggak rela bayar pajak untuk orang seperti saya, apa segala macam, saya tidak peduli. Kenapa? Karena saya tidak pernah minta uang dari mereka. Saya pakai uang saya sendiri. Saya di sini berjiwa negara, nasionalisme, merah putih, abdi bela negara. Memang mau membela negara Indonesia saja,” ungkapnya dengan lugas.
Senada dengan Ayu, Ketua Umum GBN-MI, Laksamana Pertama TNI (Purn) M Faisal Manaf, memberikan klarifikasi teknis. Ia menegaskan bahwa GBN-MI adalah organisasi terpisah meskipun memiliki kedekatan historis dan rekomendasi dari Kemhan.
“Dia (Ayu Aulia) tim kreatif dari Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia yang merupakan organisasi memang rekomendasi dibentuk oleh Kemenhan, tetapi terpisah dari organisasi Kemhan,” kata Faisal.
Faisal menambahkan bahwa pelantikan pengurus periode 2025–2030 memang sengaja digelar di Aula Bela Negara, Gedung Kemhan RI pada 19 Desember 2025 lalu untuk memperingati Hari Bela Negara ke-77. Jadi, Kemhan hanya memfasilitasi lokasi, bukan bertindak sebagai pihak yang melantik.











