Sumenep — Musibah angin puting beliung yang melanda Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, menyisakan kepedihan bagi ratusan warga. Atap rumah beterbangan, dinding roboh, dan aktivitas warga lumpuh seketika.
Namun di tengah situasi itu, negara dan kepedulian umat hadir bersamaan melalui langkah cepat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Baznas Sumenep kembali menegaskan perannya sebagai instrumen dan nafas kemanusiaan. Bersinergi dengan Pemkab Sumenep, bantuan disalurkan kepada warga terdampak bencana yang menyebabkan ratusan rumah mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat.
Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dan lembaga zakat di tengah bencana merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial kepada masyarakat.
“Warga harus segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala. Karena itu, dibutuhkan langkah cepat dan terukur agar pemulihan tidak berlarut-larut,” ujar Ahmad Rahman saat menyerahkan bantuan di Desa Karduluk, Senin (2/2/2026).
Ia menyampaikan bahwa peninjauan langsung ke lokasi bencana dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan secara tepat. Seluruh perangkat daerah terkait, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Permukimhub, hingga pemerintah desa, telah diarahkan untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan rumah.
“Pendataan harus dilakukan secara akurat dan transparan. Ini penting agar setiap bantuan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan,” tegasnya.
Tak hanya di Desa Karduluk, Pemkab Sumenep juga menyalurkan bantuan kepada enam warga terdampak bencana di Desa Pakandangan, Kecamatan Bluto, yang rumahnya tertimpa pohon akibat cuaca ekstrem.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep yang turut hadir di lokasi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Ia mengingatkan warga untuk segera melapor kepada aparat setempat jika terjadi bencana atau kondisi darurat.
“Sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, aparat, dan masyarakat menjadi kunci agar proses pemulihan pascabencana berjalan lancar dan kehidupan warga kembali normal,” pungkasnya.
Bencana alam tidak dapat dihindari, tetapi dampaknya dapat diminimalkan dengan kesiapsiagaan dan kepedulian.
Gerak cepat Baznas dan Pemkab Sumenep menunjukkan bahwa kehadiran negara dan pengelolaan zakat yang profesional mampu menjadi penopang utama di saat krisis. Inilah bukti bahwa kolaborasi dan solidaritas sosial bukan sekadar slogan, melainkan solusi nyata bagi masyarakat.






