Menu

Mode Gelap
Sumenep Bersolawat 2026: Syukur, Evaluasi, dan Perkuat Ukhuwah di Tengah Pembangunan Daerah Cahaya Pro Bongkar Fakta Cukai Rokok 1999 vs 2026, Jomplang 36% vs 70% Industri Rokok Minta Menkeu Purbaya Terapkan Tarif Cukai Khusus Demi Selamatkan Usaha Lokal Tak Hanya Penuhi Gizi Anak, SPPG Polres Loteng Diharapkan Gerakkan Ekonomi Petani dan UMKM Ramadhan Gerakkan Ekonomi UMKM Surabaya, Omzet Pedagang Naik Dua Kali Lipat Rindu Nasi Mandi? Nuansa Timur Tengah Ini Hadir di Surabaya

Politik & Pemerintahan

Klarifikasi Bupati Lombok Tengah Soal Makan Bergizi Gratis: “Bukan Keracunannya yang Wajar, Tapi Angka Interval Kejadiannya”

badge-check


					Klarifikasi Bupati Lombok Tengah Soal Makan Bergizi Gratis: “Bukan Keracunannya yang Wajar, Tapi Angka Interval Kejadiannya” Perbesar

Lombok Tengah – Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, mengklarifikasi potongan video wawancara terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral di media sosial beberapa waktu yang lalu.

Video yang diunggah ulang oleh akun gosip Lambe Turah tersebut dinilai telah mengalami penyuntingan yang menghilangkan konteks utuh sehingga memicu kegaduhan di masyarakat.

​Bupati menegaskan bahwa pernyataan “wajar” yang ia sampaikan merujuk pada rasio statistik antara jumlah penerima manfaat dengan insiden keracunan, bukan memaklumi peristiwa keracunan itu sendiri.

​Tokoh muda Kabupaten Lombok Tengah, Agus Sukandi, menilai publik perlu membedakan antara substansi kejadian dengan analisis data. Berdasarkan penelusuran terhadap video utuh, ia menyebut narasumber sedang memaparkan skala program nasional MBG.

​”Dalam video itu, yang disebut wajar adalah interval angka kejadian dari total 60 juta penerima MBG setiap harinya di seluruh Indonesia. Jika yang mengalami kejadian keracunan berjumlah belasan orang, maka secara statistik angka kejadian itulah yang dimaksud masih dalam ambang batas wajar,” jelas Agus di Praya, Selasa (10/2/2026).

​Menurut Agus, framing yang beredar di media sosial telah memelintir gagasan bupati. Ia meyakini tidak ada pemimpin yang secara sadar menganggap musibah yang menimpa warganya sebagai hal yang lumrah.

​Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Pathul Bahri menjelaskan bahwa program MBG merupakan proyek masif yang melibatkan 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi.

​”Jika hari ini ada laporan keracunan lima atau sepuluh orang, dibandingkan dengan 60 juta penerima manfaat, perbandingannya sangat jauh. Hal inilah yang saya sampaikan kemarin agar tidak diperluas secara negatif oleh rekan-rekan wartawan,” tutur Pathul.

​Ia menyayangkan tindakan pihak-pihak yang memotong pernyataannya untuk kepentingan konten media sosial. Pathul juga menegaskan bahwa tim dari akun Lambe Turah tidak berada di lokasi saat wawancara berlangsung dan hanya mengambil potongan video tanpa verifikasi lapangan.

​”Apa yang saya sampaikan itu berbasis data. Komunikasi saya sangat jelas. Sangat disayangkan pernyataan itu dipotong dan dipicu untuk membuat semua pihak ribut,” pungkas Ketua DPD Gerindra NTB tersebut.

​Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tetap berkomitmen untuk mengawal keamanan pangan program MBG agar insiden sekecil apa pun dapat diminimalisir di masa mendatang.

​Keracunan Makan Bergizi Gratis, Bupati Lombok Tengah, Klarifikasi Lambe Turah, Program MBG Nasional, Hoaks Video Viral

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sumenep Bersolawat 2026: Syukur, Evaluasi, dan Perkuat Ukhuwah di Tengah Pembangunan Daerah

1 Maret 2026 - 00:40 WIB

Industri Rokok Minta Menkeu Purbaya Terapkan Tarif Cukai Khusus Demi Selamatkan Usaha Lokal

28 Februari 2026 - 21:34 WIB

Pathul Bahri Sampaikan Jawaban Eksekutif atas 4 Ranperda Strategis di Sidang Paripurna DPRD Lombok Tengah

23 Februari 2026 - 12:13 WIB

DLH Sumenep Lakukan Gebrakan Besar! JSI dan Komunitas Bersatu untuk HPSN 2026 dan Lingkungan Bersih

21 Februari 2026 - 18:16 WIB

Bupati Sumenep Kembali Gelar Mudik Gratis 2026 untuk Perantau Jakarta

20 Februari 2026 - 22:58 WIB

Trending di Politik & Pemerintahan