SITUBONDO — Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bekerja sama dengan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme jurnalis di wilayah setempat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari Jumat hingga Minggu, 5–7 Desember 2025, dengan dua jenjang kompetensi, yakni muda dan madya.
Kepala Diskominfo Situbondo, Ana Kusuma, menjelaskan bahwa pra-UKW diadakan pada hari Jumat di Hotel Lotus, Kecamatan Panji, sementara kegiatan UKW pada hari Sabtu dan Minggu dilaksanakan di Aula Lantai II Pemkab Situbondo. Ana menegaskan, inisiatif ini merupakan bukti komitmen Pemkab Situbondo dalam mencetak wartawan profesional yang kompeten dan berintegritas.
“UKW ini diikuti 15 wartawan dari berbagai media, dengan jenjang muda sebanyak 13 orang dan jenjang madya 2 orang. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan upaya nyata dalam menumbuhkan kualitas jurnalistik yang mumpuni di Situbondo,” ujar Ana.
Menariknya, menurut Ana, ini adalah pertama kalinya Diskominfo Situbondo menyelenggarakan UKW sejak pemisahan dari Dishub, sehingga menjadi momen penting dan membanggakan bagi instansi yang dipimpinnya. Keberhasilan ini pun tidak lepas dari dukungan Bupati Mas Rio dan Wakil Bupati Ulfi.
Sementara itu, Kabid Komunikasi Informasi Publik Diskominfo Situbondo, Andi Yulian Haryanto, menambahkan bahwa pelaksanaan UKW akan berlanjut pada tahun 2026, dengan harapan lebih banyak wartawan, khususnya dari Situbondo, dapat ikut serta. “Saya berharap peserta UKW tahun ini bisa mengajak rekannya untuk mengikuti UKW tahun depan, sehingga jumlah wartawan profesional di daerah terus bertambah,” ujarnya.
Salah satu penguji UKW, M. Aminun Jabir, menekankan pentingnya menjaga marwah dan etika wartawan. “Melalui uji kompetensi ini, kita semua bisa saling berbagi pengalaman dan sepakat menjaga integritas profesi jurnalistik,” ujarnya.
Para peserta UKW juga memberikan tanggapan positif. Humaidi, salah satu wartawan, mengaku banyak ilmu yang diperoleh selama mengikuti kegiatan. “Semoga pengalaman ini menjadikan kami wartawan yang profesional dan selalu menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ),” ungkapnya.
Tak hanya di Situbondo, inisiatif UKW ini juga mendapat dukungan dari wartawan luar daerah. Toifur Aliwafa, Sekretaris Jurnalis Sumenep Independen, menilai langkah ini sangat baik dan mendorong pelaksanaan UKW di Kabupaten Sumenep agar kualitas jurnalistik di Madura terus meningkat.
Dengan terselenggaranya UKW pertama ini, Situbondo menegaskan komitmennya mencetak wartawan profesional, berkompeten, dan berintegritas, sebagai fondasi penting bagi perkembangan media yang sehat, edukatif, dan mampu berperan nyata dalam pembangunan daerah.






