Menu

Otomatis
Breaking News

Sosial & Lingkungan

Tarot Berubah Wajah, dari Ramalan Menuju Alat Refleksi Diri

badge-check

Deasy Ariesta atau Desta menjelaskan tarot sebagai alat refleksi diri, bukan ramalan Perbesar

Deasy Ariesta atau Desta menjelaskan tarot sebagai alat refleksi diri, bukan ramalan

Surabaya, ISTARA — Masyarakat kini mulai meninggalkan anggapan bahwa tarot identik dengan praktik klenik. Seiring perubahan ini, banyak orang melihat tarot sebagai alat untuk memahami diri, bukan sekadar meramal masa depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Deasy Ariesta, atau yang dikenal dengan sapaan Desta. Ia menegaskan bahwa tarot tidak berfungsi sebagai alat prediksi. “Tarot itu bukan ramalan,” ujarnya.

Tarot Membantu Membaca Kondisi Diri

Menurut Desta, kartu tarot berperan sebagai simbol yang membantu seseorang memahami kondisi psikologis dan emosionalnya. Dengan demikian, pembacaan tarot tidak bertujuan menentukan masa depan.

“Yang dibaca bukan masa depan, tetapi kondisi diri saat ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setiap kartu mencerminkan pola pikir, konflik batin, serta dinamika hidup yang sedang terjadi. Oleh karena itu, tarot dapat membantu seseorang melihat situasi secara lebih jernih.

Peran Pembaca Tarot Kini Berubah

Perubahan cara pandang ini juga mendorong pergeseran peran pembaca tarot. Mereka kini berperan sebagai fasilitator yang membantu menginterpretasikan simbol.

Namun demikian, individu tetap memegang kendali atas keputusan hidupnya. Pembaca tarot hanya membantu membuka perspektif, bukan menentukan arah.

Stigma Klenik Mulai Bergeser

Di sisi lain, Desta menilai stigma “klenik” muncul karena sebagian orang menggunakan tarot sebagai penentu keputusan hidup. Akibatnya, muncul ketergantungan yang justru mengaburkan fungsi tarot.

Sebaliknya, jika seseorang menggunakan tarot sebagai alat refleksi, ia dapat memahami persoalan secara lebih rasional.

Cara Bertanya Ikut Berubah

Perubahan ini juga memengaruhi cara masyarakat mengajukan pertanyaan. Sebelumnya, banyak orang berfokus pada apa yang akan terjadi. Kini, mereka mulai bertanya tentang kondisi yang sedang mereka alami.

Pada akhirnya, pendekatan ini menempatkan tarot sebagai cermin untuk membaca ulang arah hidup secara sadar, bukan sebagai alat untuk mencari kepastian.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kontes Bonsai se-Jatim Bergulir di Sumenep, Dandim Dorong Kreativitas Bernilai Ekonomi

26 Jul 2026 - 22:18 WIB

Kontes Bonsai se-Jatim Bergulir di Sumenep, Dandim Dorong Kreativitas Bernilai Ekonomi

Sinergi Nyata untuk Masa Depan, CV Ayunda Pamekasan dan Lapas Ciptakan Warga Binaan Berdaya Saing

18 Jul 2026 - 17:50 WIB

Sinergi Nyata untuk Masa Depan, CV Ayunda Pamekasan dan Lapas Ciptakan Warga Binaan Berdaya Saing

Pertemuan Penuh Makna di Pendopo Bani Group Pamekasan, Wan Sehan Kobarkan Kembali Ruh Perjuangan Kemanusiaan

17 Jul 2026 - 12:45 WIB

Pertemuan Penuh Makna di Pendopo Bani Group Pamekasan, Wan Sehan Kobarkan Kembali Ruh Perjuangan Kemanusiaan

Resmi Dibubarkan, BIP Foundation Tinggalkan Jejak Ribuan Aksi Kemanusiaan Masif di Indonesia

15 Jul 2026 - 16:13 WIB

Resmi Dibubarkan, BIP Foundation Tinggalkan Jejak Ribuan Aksi Kemanusiaan Masif di Indonesia

Jejak Kejahatan Dipersempit, Kasatreskrim Polres Sampang Diganjar Reward atas Kinerja Luar Biasa

15 Jul 2026 - 11:41 WIB

Jejak Kejahatan Dipersempit, Kasatreskrim Polres Sampang Diganjar Reward atas Kinerja Luar Biasa
Trending di Sosial & Lingkungan