Menu

Otomatis
Breaking News

Ekonomi & Bisnis

UMP 2026 Diprotes Buruh, Menko Airlangga Beri Tanggapan

badge-check

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Foto: Irawati Perbesar

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Foto: Irawati

JAKARTA ISTARA –  Kabar mengenai kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 menjadi sorotan hangat di penghujung tahun. Meski gelombang penolakan dari kelompok buruh masih bermunculan, pemerintah menegaskan bahwa formula upah tahun depan dirancang lebih “bertenaga” dengan memasukkan indikator ekonomi yang komprehensif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjamin bahwa angka yang muncul bukanlah hasil hitung-hitungan sembarang. Pemerintah telah meramu variabel inflasi, pertumbuhan ekonomi daerah, hingga indeks alfa yang tahun ini dinaikkan menjadi 0,5 hingga 0,9.

“UMP merupakan upah minimum yang besarannya telah ditetapkan melalui formula inflasi ditambah indeks, dikalikan pertumbuhan ekonomi,” ujar Airlangga pada Jumat (27/12/2025).

Kenaikan rentang indeks alfa ini diharapkan menjadi stimulus nyata bagi kesejahteraan pekerja. Menurut Airlangga, UMP berfungsi sebagai “jaring pengaman” agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi harga.

“Hal ini menjadi patokan agar pekerja memperoleh upah sesuai kebutuhan dan kenaikan harga sebagai standar minimal,” tambahnya.

Menariknya, Airlangga mengungkapkan bahwa di beberapa wilayah, upah riil sebenarnya sudah melampaui standar minimal. Sektor-sektor padat modal di kawasan industri dan ekonomi khusus mulai menerapkan sistem pengupahan berbasis produktivitas.

“Di beberapa kawasan industri, rata-rata upah sudah berada di atas UMP, khususnya pada sektor padat modal,” ungkapnya.

Namun, potret optimistis pemerintah ini masih berbenturan dengan realita di lapangan. Sejumlah serikat buruh menilai angka 6,17% masih “cekak” untuk menutupi lonjakan biaya hidup di kota metropolitan. Bagi buruh, angka di atas kertas belum tentu mencerminkan kecukupan di meja makan.

Kini, tantangan besar bagi pemerintah adalah memastikan keseimbangan tetap terjaga: memastikan usaha tetap berkelanjutan, namun perut pekerja tetap kenyang.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

5G XLSMART Tembus 50+ Kota, Smartfren Genjot Unlimited 5G di Surabaya

4 Sep 2026 - 18:00 WIB

5G XLSMART Tembus 50+ Kota, Smartfren Genjot Unlimited 5G di Surabaya

BeSS Resort Malang Rayakan HUT ke-14, 140 Keluarga Duduk Bersama di Satu Meja

4 Sep 2026 - 04:23 WIB

BeSS Resort Malang Rayakan HUT ke-14, 140 Keluarga Duduk Bersama di Satu Meja

Wilbex 2026 Surabaya Ekspansi ke Hall 2 Grand City, Hadirkan 282 Brand

3 Sep 2026 - 18:39 WIB

Wilbex 2026 Surabaya Ekspansi ke Hall 2 Grand City, Hadirkan 282 Brand

Petani PG Pradjekan Didorong Jaga Tebu MBS untuk Optimalkan Rendemen

1 Sep 2026 - 17:59 WIB

Petani PG Pradjekan Didorong Jaga Tebu MBS untuk Optimalkan Rendemen

10 Veteran Diajak EXCOTEL Racik Wedang Jawi, Cerita Sejarah Jadi Ruang Lintas Generasi

28 Agu 2026 - 17:58 WIB

10 Veteran Diajak EXCOTEL Racik Wedang Jawi, Cerita Sejarah Jadi Ruang Lintas Generasi
Trending di Ekonomi & Bisnis