Menu

Mode Gelap
Sumenep Bersolawat 2026: Syukur, Evaluasi, dan Perkuat Ukhuwah di Tengah Pembangunan Daerah Cahaya Pro Bongkar Fakta Cukai Rokok 1999 vs 2026, Jomplang 36% vs 70% Industri Rokok Minta Menkeu Purbaya Terapkan Tarif Cukai Khusus Demi Selamatkan Usaha Lokal Tak Hanya Penuhi Gizi Anak, SPPG Polres Loteng Diharapkan Gerakkan Ekonomi Petani dan UMKM Ramadhan Gerakkan Ekonomi UMKM Surabaya, Omzet Pedagang Naik Dua Kali Lipat Rindu Nasi Mandi? Nuansa Timur Tengah Ini Hadir di Surabaya

Politik & Pemerintahan

Kepala DPMD Sumenep: Festival Pesisir 4 Menguatkan Identitas Budaya Madura Pesisir

badge-check


					Kepala DPMD Sumenep: Festival Pesisir 4 Menguatkan Identitas Budaya Madura Pesisir Perbesar

SUMENEP — Festival Pesisir 4 kembali digelar di Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Sabtu (06/12/2025). Agenda tahunan yang diinisiasi SKK Migas bersama Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) ini menghadirkan perpaduan budaya pesisir, edukasi masyarakat, serta program sosial yang memberi manfaat langsung bagi warga kepulauan.

Tahun ini, festival mengusung tema “Lengghi”, simbol keterbukaan, pelestarian tradisi, serta keselarasan masyarakat pesisir Madura dengan lingkungan bahari. Sejumlah pameran budaya ikut memeriahkan kegiatan, mulai dari miniatur perahu Madura, batik pesisir, hingga keris khas Madura yang menjadi identitas lokal.

Tak hanya hiburan, aspek edukasi dan sosial juga mendapatkan porsi besar. Melalui rangkaian kegiatan di Balai Desa Galis, HCML menggelar program “HCML untuk Masa Depan”, “Langkah Baik HCML”, khitanan massal, serta sosialisasi pencegahan stunting. Babinsa Koramil 0827/23 Giligenting turut membantu jalannya khitanan massal, terutama dalam memberikan pendampingan dan ketenangan kepada anak-anak peserta sunat.

Di tengah kemeriahan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, yang juga dipercaya mengisi kekosongan jabatan sebagai PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Festival Pesisir 4.

“Festival ini tidak hanya menampilkan kekayaan budaya pesisir, tetapi juga membawa nilai edukasi dan pemberdayaan yang sangat penting. Masyarakat mendapat ruang belajar, anak-anak mendapatkan layanan sosial, dan lingkungan pesisir tetap menjadi perhatian. Ini bentuk kolaborasi yang sehat dan patut ditiru,” ujar Anwar.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan semacam ini memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat kepulauan, terutama dalam penguatan identitas budaya, literasi lingkungan, dan peningkatan kesadaran kesehatan.

Malam harinya, acara dilanjutkan dengan PPM Awards di Taman Desa Galis, yang memberikan penghargaan dalam kategori Man of The Year, Best Program I–III, hingga Best Team. Prosesi budaya Lenggi dan pertunjukan musikal puisi teatrikal semakin menambah kekayaan nilai edukatif yang dibawa festival ini.

Festival Pesisir 4 kini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang pembelajaran masyarakat, simbol kebanggaan Giligenting, serta contoh program kolaboratif yang memperkuat desa-desa kepulauan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sumenep Bersolawat 2026: Syukur, Evaluasi, dan Perkuat Ukhuwah di Tengah Pembangunan Daerah

1 Maret 2026 - 00:40 WIB

Industri Rokok Minta Menkeu Purbaya Terapkan Tarif Cukai Khusus Demi Selamatkan Usaha Lokal

28 Februari 2026 - 21:34 WIB

Pathul Bahri Sampaikan Jawaban Eksekutif atas 4 Ranperda Strategis di Sidang Paripurna DPRD Lombok Tengah

23 Februari 2026 - 12:13 WIB

DLH Sumenep Lakukan Gebrakan Besar! JSI dan Komunitas Bersatu untuk HPSN 2026 dan Lingkungan Bersih

21 Februari 2026 - 18:16 WIB

Bupati Sumenep Kembali Gelar Mudik Gratis 2026 untuk Perantau Jakarta

20 Februari 2026 - 22:58 WIB

Trending di Politik & Pemerintahan