Menu

Mode Gelap
PTPN I Regional 5 Perluas Tanam Tembakau di Klaten Jadi 50 Hektare HUT Surabaya ke-733 Dirayakan Meriah, Djaman Doeloe Resto Hadirkan Wayang Kulit dan Pasar Rakyat ORADO Jatim Libatkan UMKM Produksi Peralatan Turnamen Domino Sengketa Lahan di Desa Bilelando: Eksekusi Ditunda Polisi, Pengacara Ungkap Dugaan Cacat Hukum Formil Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau

Politik & Pemerintahan

Kepala DPMD Sumenep: Festival Pesisir 4 Menguatkan Identitas Budaya Madura Pesisir

badge-check


					Kepala DPMD Sumenep: Festival Pesisir 4 Menguatkan Identitas Budaya Madura Pesisir Perbesar

SUMENEP — Festival Pesisir 4 kembali digelar di Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Sabtu (06/12/2025). Agenda tahunan yang diinisiasi SKK Migas bersama Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) ini menghadirkan perpaduan budaya pesisir, edukasi masyarakat, serta program sosial yang memberi manfaat langsung bagi warga kepulauan.

Tahun ini, festival mengusung tema “Lengghi”, simbol keterbukaan, pelestarian tradisi, serta keselarasan masyarakat pesisir Madura dengan lingkungan bahari. Sejumlah pameran budaya ikut memeriahkan kegiatan, mulai dari miniatur perahu Madura, batik pesisir, hingga keris khas Madura yang menjadi identitas lokal.

Tak hanya hiburan, aspek edukasi dan sosial juga mendapatkan porsi besar. Melalui rangkaian kegiatan di Balai Desa Galis, HCML menggelar program “HCML untuk Masa Depan”, “Langkah Baik HCML”, khitanan massal, serta sosialisasi pencegahan stunting. Babinsa Koramil 0827/23 Giligenting turut membantu jalannya khitanan massal, terutama dalam memberikan pendampingan dan ketenangan kepada anak-anak peserta sunat.

Di tengah kemeriahan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, yang juga dipercaya mengisi kekosongan jabatan sebagai PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Festival Pesisir 4.

“Festival ini tidak hanya menampilkan kekayaan budaya pesisir, tetapi juga membawa nilai edukasi dan pemberdayaan yang sangat penting. Masyarakat mendapat ruang belajar, anak-anak mendapatkan layanan sosial, dan lingkungan pesisir tetap menjadi perhatian. Ini bentuk kolaborasi yang sehat dan patut ditiru,” ujar Anwar.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan semacam ini memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat kepulauan, terutama dalam penguatan identitas budaya, literasi lingkungan, dan peningkatan kesadaran kesehatan.

Malam harinya, acara dilanjutkan dengan PPM Awards di Taman Desa Galis, yang memberikan penghargaan dalam kategori Man of The Year, Best Program I–III, hingga Best Team. Prosesi budaya Lenggi dan pertunjukan musikal puisi teatrikal semakin menambah kekayaan nilai edukatif yang dibawa festival ini.

Festival Pesisir 4 kini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang pembelajaran masyarakat, simbol kebanggaan Giligenting, serta contoh program kolaboratif yang memperkuat desa-desa kepulauan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Solidaritas untuk Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel Saat Membawa Misi Kemanusiaan ke Gaza

22 Mei 2026 - 09:35 WIB

Aksi solidaritas jurnalis Surabaya untuk pembebasan jurnalis Indonesia yang ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza.

Ahmad Dhafir Raih Magister Hukum di Unitomo Surabaya

27 April 2026 - 15:32 WIB

Solusi Nyata dari Gang Sempit, Posyandu Disabilitas Penanggungan Hapus Tembok Biaya Terapi

26 April 2026 - 14:16 WIB

Lia Istifhama Dukung RPH Halal untuk Ketahanan Pangan Jatim

15 April 2026 - 19:23 WIB

Halal Bihalal PKDI Sumenep, Kades Ditantang Kreatif Hadapi Tantangan

7 April 2026 - 11:33 WIB

Trending di Politik & Pemerintahan