Menu

Mode Gelap
Antusiasme Tinggi di Surabaya Domino Tournament 2026, Dongkrak UMKM dan Ekonomi Lokal HGI Pacu Domino Jadi Mind Sport, Turnamen Surabaya Jadi Momentum Kerja, Nongkrong, Lanjut Sosialisasi: “Third Place” Jadi Cara Baru Menikmati Waktu Sukseskan Visi Presiden Prabowo, Staf Khusus Presiden Tiar Karbala Dorong Transformasi UMKM di Jawa Timur ART Ancam Kedaulatan Media Nasional, IJTI dan Ibas Bersuara Lia Istifhama Dukung RPH Halal untuk Ketahanan Pangan Jatim

Politik & Pemerintahan

Kepala DPMD Sumenep: Festival Pesisir 4 Menguatkan Identitas Budaya Madura Pesisir

badge-check


					Kepala DPMD Sumenep: Festival Pesisir 4 Menguatkan Identitas Budaya Madura Pesisir Perbesar

SUMENEP — Festival Pesisir 4 kembali digelar di Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Sabtu (06/12/2025). Agenda tahunan yang diinisiasi SKK Migas bersama Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) ini menghadirkan perpaduan budaya pesisir, edukasi masyarakat, serta program sosial yang memberi manfaat langsung bagi warga kepulauan.

Tahun ini, festival mengusung tema “Lengghi”, simbol keterbukaan, pelestarian tradisi, serta keselarasan masyarakat pesisir Madura dengan lingkungan bahari. Sejumlah pameran budaya ikut memeriahkan kegiatan, mulai dari miniatur perahu Madura, batik pesisir, hingga keris khas Madura yang menjadi identitas lokal.

Tak hanya hiburan, aspek edukasi dan sosial juga mendapatkan porsi besar. Melalui rangkaian kegiatan di Balai Desa Galis, HCML menggelar program “HCML untuk Masa Depan”, “Langkah Baik HCML”, khitanan massal, serta sosialisasi pencegahan stunting. Babinsa Koramil 0827/23 Giligenting turut membantu jalannya khitanan massal, terutama dalam memberikan pendampingan dan ketenangan kepada anak-anak peserta sunat.

Di tengah kemeriahan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, yang juga dipercaya mengisi kekosongan jabatan sebagai PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Festival Pesisir 4.

“Festival ini tidak hanya menampilkan kekayaan budaya pesisir, tetapi juga membawa nilai edukasi dan pemberdayaan yang sangat penting. Masyarakat mendapat ruang belajar, anak-anak mendapatkan layanan sosial, dan lingkungan pesisir tetap menjadi perhatian. Ini bentuk kolaborasi yang sehat dan patut ditiru,” ujar Anwar.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan semacam ini memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat kepulauan, terutama dalam penguatan identitas budaya, literasi lingkungan, dan peningkatan kesadaran kesehatan.

Malam harinya, acara dilanjutkan dengan PPM Awards di Taman Desa Galis, yang memberikan penghargaan dalam kategori Man of The Year, Best Program I–III, hingga Best Team. Prosesi budaya Lenggi dan pertunjukan musikal puisi teatrikal semakin menambah kekayaan nilai edukatif yang dibawa festival ini.

Festival Pesisir 4 kini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang pembelajaran masyarakat, simbol kebanggaan Giligenting, serta contoh program kolaboratif yang memperkuat desa-desa kepulauan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lia Istifhama Dukung RPH Halal untuk Ketahanan Pangan Jatim

15 April 2026 - 19:23 WIB

Halal Bihalal PKDI Sumenep, Kades Ditantang Kreatif Hadapi Tantangan

7 April 2026 - 11:33 WIB

Lonjakan Pemudik H-3 Lebaran di Kalianget, Pemkab Sumenep Pastikan Semua Terlayani Maksimal

18 Maret 2026 - 13:10 WIB

Pathul Bahri Lantik 9 Kepala Dinas Baru, Minta Langsung ‘Tancap Gas’ Layani Publik

17 Maret 2026 - 08:46 WIB

Lompatan Energi di Sumenep, Hibah PLTS 2 MW Siap Perkuat Listrik Kepulauan

13 Maret 2026 - 23:06 WIB

Trending di Politik & Pemerintahan