Malang, Istara – Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahasurya Jawa Timur resmi menutup Pendidikan Dasar (Diksar) Angkatan LXXVIII dan Kursus Kader Pelaksana (Suskalak) Angkatan XLI Tahun 2026. Upacara penutupan berlangsung khidmat di Lapangan Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Malang, Minggu (8/2/2026).
Dalam upacara tersebut, para peserta menunjukkan ketangkasan melalui berbagai demonstrasi militer, mulai dari bela diri hingga bongkar pasang senjata. Mahasiswa Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya tercatat mendominasi peran strategis dalam rangkaian atraksi tersebut.
Wakil Rektor III Unitomo, Dr. Ir. Suyanto, M.M., yang hadir langsung di lokasi, memberikan apresiasi tinggi atas capaian para mahasiswanya. Sebanyak 13 mahasiswa Unitomo berhasil menyelesaikan Diksar LXXVIII, sementara 2 mahasiswa lainnya menuntaskan Suskalak XLI.

Wakil Rektor III Unitomo, Dr. Ir. Suyanto, M.M. (tengah), mendampingi delegasi mahasiswa Unitomo pada upacara penutupan Diksar dan Suskalak Menwa Mahasurya Jatim di Malang, Minggu (8/2/2026). Foto (SAN)
“Saya memberikan apresiasi kepada para peserta Diklatsar LXXVIII dari Unitomo sebanyak 13 peserta, dan peserta Suskalak XLI sebanyak 2 peserta,” ujar Wakil Rektor III Unitomo saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menekankan pentingnya peran Menwa sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara. Menurutnya, selama pendidikan berlangsung, delegasi Unitomo menunjukkan kepemimpinan yang menonjol.
“Peserta dari Unitomo banyak berperan selama kegiatan berlangsung, di antaranya Yosafat yang menjadi senat Suskalak, yang lainnya banyak jadi Danton (Komandan Peleton) dan ketua kelas,” lanjutnya.
Unjuk Ketangkasan
Dominasi mahasiswa Unitomo juga terlihat jelas dalam sesi demonstrasi. Yosafat, mahasiswa Fakultas Teknik Sipil semester 4, dipercaya mengemban tugas sebagai Komandan Kompi (Danki) pasukan defile.
Selain itu, Hafidh dari Fakultas Pertanian semester 6 menunjukkan kemahiran dalam bongkar pasang senjata. Di sektor bela diri militer, Ester yang merupakan mahasiswa semester 1 Fakultas Teknik Informatika tampil sebagai perwakilan, didukung oleh 10 mahasiswa Unitomo lainnya yang tergabung dalam tim double stick.
Wakil Rektor III berharap agar pengalaman kedisiplinan ini mampu membentuk karakter mahasiswa yang solid di masa depan.
“Semoga dengan semangat Diklat Sar dan Suskalak ini mereka terbentuk menjadi orang yang tangguh dan berguna bagi bangsa dan negara kelak, amin,” pungkasnya.











