SURABAYA, ISTARA — Bagi banyak masyarakat urban saat ini, aktivitas harian tidak lagi berhenti setelah pekerjaan selesai. Justru, setelah bekerja, baik dari kantor maupun work from cafe (WFC), banyak yang memilih untuk tidak langsung pulang. Mereka melanjutkan waktu dengan nongkrong, bertemu teman, atau sekadar menikmati suasana. Pola ini semakin umum, terutama di kalangan Gen Z dan pekerja urban yang mencari keseimbangan antara produktivitas dan kehidupan sosial.
Fenomena ini dikenal sebagai third place, yaitu ruang ketiga di luar rumah dan kantor. Tempat ini tidak hanya menjadi lokasi singgah, tetapi juga ruang untuk bekerja, berinteraksi, hingga membangun koneksi.
Dari WFC ke Ruang Sosial
Perubahan gaya kerja, termasuk meningkatnya tren WFC, ikut mendorong kebutuhan akan ruang yang fleksibel. Cafe kini tidak lagi hanya menjadi tempat makan dan minum, tetapi juga ruang kerja alternatif.
Namun, aktivitas tidak berhenti di situ. Setelah bekerja, banyak orang memilih untuk tetap tinggal. Mereka melanjutkan waktu dengan bersosialisasi, menikmati musik, atau sekadar berbincang santai.
Di sinilah peran third place menjadi penting. Satu ruang yang mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan sekaligus, produktif di siang hari, dan sosial di waktu berikutnya.
HANAKA Social Space Jawab Kebutuhan Itu
Melihat perubahan tersebut, HANAKA Social Space hadir dengan konsep social space yang menyatukan fungsi kerja dan interaksi dalam satu tempat. Pendiri HANAKA, Prasetyo Hadi Susanto atau Bang Yok, menilai bahwa kebutuhan masyarakat saat ini tidak lagi terpisah antara kerja dan hiburan.
“Makanan mungkin kebutuhan dasar. Tapi pengalaman membuat orang datang kembali,” ujarnya.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di berbagai industri, Bang Yok merancang HANAKA sebagai ruang yang mampu mengikuti ritme pengunjung, mulai dari bekerja hingga bersosialisasi.
Desain yang Fleksibel Sesuai Aktivitas
Berlokasi di Jl. Flores No.18, Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, HANAKA menghadirkan pembagian ruang yang menyesuaikan kebutuhan pengunjung. Area depan dengan pencahayaan hangat cocok untuk interaksi sosial dan relaksasi, terutama setelah jam kerja. Sementara area belakang yang lebih tenang dengan dominasi warna putih dirancang untuk mendukung fokus, menjadikannya ideal untuk WFC.
Pengunjung juga dapat memilih area indoor atau outdoor sesuai suasana. Tersedia pula ruang smoking dan non-smoking, serta VIP dan VVIP bagi yang membutuhkan privasi lebih. Pendekatan ini membuat satu tempat dapat digunakan untuk berbagai aktivitas tanpa harus berpindah lokasi.

Area bar HANAKA Social Space yang terang dan modern, ruang nyaman untuk bekerja dari cafe dan bersantai
Dari Nongkrong ke Koneksi
HANAKA tidak hanya menawarkan ruang, tetapi juga pengalaman yang berlanjut. Setelah bekerja, pengunjung dapat langsung menikmati live music atau DJ yang membangun suasana.
Selain itu, berbagai event komunitas membuka peluang interaksi yang lebih luas. Melalui Movie Freaker Community, HANAKA menghadirkan pengalaman nonton bareng yang dilengkapi dengan diskusi. Aktivitas ini menjadikan cafe bukan sekadar tempat singgah, tetapi ruang yang hidup dan dinamis.
Strategi di Balik Konsep “Third Place”
Di balik konsep tersebut, HANAKA menerapkan pendekatan yang selaras dengan tren experience-based economy. Pengunjung tidak hanya datang untuk membeli produk, tetapi juga untuk merasakan pengalaman yang menyeluruh. Dengan menggabungkan fungsi kerja dan sosial dalam satu ruang, HANAKA mendorong pengunjung untuk tinggal lebih lama
Waktu yang dihabiskan menjadi bagian dari nilai yang ditawarkan. Selain itu, integrasi aktivitas seperti event dan komunitas membuka peluang kolaborasi sekaligus memperkuat keterikatan pengunjung dengan tempat. Pendekatan ini membantu membangun loyalitas yang tidak hanya berbasis transaksi, tetapi juga pengalaman dan koneksi.
Cara Baru Menikmati Waktu
Nama “HANAKA” sendiri berasal dari anak kembar sang pendiri, Hana dan Haka, sebuah nilai personal yang kemudian diterjemahkan menjadi ruang yang hangat dan terbuka. Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, konsep third place seperti HANAKA menjadi bagian dari cara baru menikmati waktu. Bukan hanya tentang bekerja atau bersantai, tetapi bagaimana keduanya bisa berjalan dalam satu ritme.
Bagi banyak orang, hari tidak lagi berhenti setelah pekerjaan selesai. Justru, di sanalah waktu untuk hidup benar-benar dimulai.











