Oleh: A.N. Taqi
Hari-hari adalah rumah sepi, kawan
Yang tersisah hanyalah senyum dan air matamu
Menyatu bersama gumapalan awan,
menanti hujan
kau tak perlu lagi menunggu
kapan kau akan bangkit dari kemungkinan dan keterpurukan
Sebab dari tubuhmu telah gugur segala kengerian waktu.
Lihatlah kawan, di hadapanmu bayang-bayang sunyi berhamburan
Lupakan segala luka dan cinta
Jika kelembutan nafasmu tak sanggup menekuk rindu.
Sumenep, 2025.
Penulis dikenal dengan nama sebutan A.N.Taqi lahir di Sumenep-Madura. Ia aktif menulis puisi sejak dibangku SMP sampai sekarang. Karya puisinya kerap dimuat di beberapa media online dan cetak seperti, Kedaulatan Rakyat Jogja, Koran Lampung, Haluan Padang dan Dunia Santri. Dalam prosesnya, penulis juga tercatat pernah menjuarai beberapa lomba sayembara menulis puisi, seperti juara 3 lomba menulis puisu antar Komunitas Sastra 2017 se D.I.Yogyakarta, Juara 2 Lomba menulis puisi antar Komunitas Sastra se Jawa Timur 2018 dan 10 besar Lomba menulis Puisi antat pelajar tingkat Nasional dan Juara 1 lomba menulis Puisi antar Mahasiswa Se Yogykarta 2018. Karyanya juga termuat kedala buku antologi puisi “Seusai Menitih Luka”. Instagram @an.taqi.











