Menu

Mode Gelap
ART Ancam Kedaulatan Media Nasional, IJTI dan Ibas Bersuara Lia Istifhama Dukung RPH Halal untuk Ketahanan Pangan Jatim Run For Animals 2026: Lari Sambil Dukung Konservasi Satwa LEPAS Perkuat Ekspansi Global Jelang International Business Summit Asuransi Astra Kembali Raih Brand Keuangan Terpercaya 2026 Tarot Berubah Wajah, dari Ramalan Menuju Alat Refleksi Diri

Pendidikan & Budaya

Gus Zain: Gelar Budaya Luwung Pacitan Jadi Media Edukasi Generasi Muda Lestarikan Keris dan Warisan Leluhur

badge-check


					Gus Zain: Gelar Budaya Luwung Pacitan Jadi Media Edukasi Generasi Muda Lestarikan Keris dan Warisan Leluhur Perbesar

PACITAN – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281, PAC GP Ansor Kecamatan Pacitan menginisiasi kegiatan budaya bertajuk Gelar Budaya Luwung yang dikemas melalui pameran Majang Keris dan Majang Akik, berlangsung pada 4–6 Februari 2026 di Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Pacitan.

Kegiatan ini digagas langsung oleh PAC GP Ansor Pacitan dan mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas pakeris, seniman, pegiat budaya, hingga para pecinta batu akik di Pacitan.

Ketua PAC GP Ansor Pacitan, Gus Zain, menegaskan bahwa Gelar Budaya Luwung bukan sekadar ajang pameran benda pusaka, melainkan menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai warisan leluhur Nusantara.

“Gelar Budaya Luwung ini diinisiasi oleh PAC GP Ansor Pacitan dan mendapat gayung bersambut dari teman-teman pakeris, seniman, pegiat budaya, hingga pegiat akik. Kami mengadakan pameran keris dan akik, dan insya Allah juga akan digelar pagelaran wayang suluh,” ujar Gus Zain.

Menurutnya, urgensi pameran tosan aji atau keris sangat penting sebagai upaya meluruskan stigma yang selama ini berkembang di masyarakat, khususnya di kalangan generasi milenial, Gen Z, hingga Gen Alfa.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada kawula muda bahwa keris atau tosan aji bukan sesuatu yang klenik atau mistis seperti yang sering digambarkan di film-film. Keris adalah warisan asli nenek moyang Nusantara, warisan cagar budaya yang harus kita jaga dan kita lestarikan,” tegasnya.

Gus Zain menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah kecil namun bermakna dalam menjaga eksistensi peninggalan leluhur agar tetap dikenal dan dihargai oleh generasi penerus bangsa.

“Ini adalah ikhtiar kecil kami untuk menghadirkan edukasi sekaligus menjaga eksistensi tosan aji dan peninggalan leluhur kita,” imbuhnya.

Gelar Budaya Luwung sendiri dibuka secara resmi oleh Bupati Pacitan bersama Staf Khusus Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono. Kegiatan ini juga menampilkan koleksi istimewa berupa keris pusaka milik Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Selain itu, pameran Majang Akik menghadirkan berbagai koleksi batu akik milik tokoh masyarakat dan kyai Pacitan, bahkan terdapat akik yang bertuliskan lafaz “Allah” secara alami.

Ratusan warga tampak antusias mengunjungi pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Kegiatan ini juga dikunjungi sejumlah tokoh agama, salah satunya Gus Lukman dari Pondok Pesantren Tremas Pacitan.

Melalui Gelar Budaya Luwung, PAC GP Ansor Pacitan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal semakin meningkat, sekaligus menjadikan Pacitan sebagai salah satu pusat kegiatan budaya yang hidup dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lebaran Ketupat 1447 H, Momentum Bupati Lombok Tengah Pupuk Semangat Kebersamaan

29 Maret 2026 - 13:44 WIB

Sambang TPQ, Ikhtiar LPTQ Lombok Tengah Cetak Generasi Qur’ani

18 Maret 2026 - 22:28 WIB

SMPN 1 Jabon dan IPNU Gelar Pesantren Ramadan, Ratusan Siswa Ikut Pembinaan Akhlak

15 Maret 2026 - 13:29 WIB

Dari Uang Jajan Jadi Amal, Siswa SDN Panaongan III Berikan Santunan Lewat Program JUMPAYASIN

14 Maret 2026 - 11:50 WIB

Unitomo Resmi Buka Program Doktor Ilmu Hukum, Fokus Cetak Pakar Hukum Visioner

4 Maret 2026 - 18:35 WIB

Trending di Pendidikan & Budaya