Menu

Mode Gelap
Bupati Sumenep Penuhi Aspirasi DPRD Melalui Mutasi dan Promosi ASN Pimpinan Pusat HIMMAH NWDI Resmi Lantik Pengurus Cabang Lombok Tengah Periode 2025–2026 Arena Seleksi Sekda Sumenep Resmi Dibuka: Siap Menguji Kepemimpinan dan Integritas Badai Hukum di Jagat Hiburan: Denada Tambunan Digugat Anak Kandung, Pengacara Alam Gaib Turun Tangan Bukti Dedikasi, AKBP Jazuli Dani Iriawan Naik Kelas ke Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim Ratusan Guru Honorer Tolak Dirumahkan, Kasta NTB Minta Pemkab Loteng Tidak Gegabah!

Sosial & Lingkungan

Konser Amal Valen DA7 Rp71 Juta di Sumenep Sisakan Tumpukan Sampah, Petugas Kebersihan Jadi Pahlawan

badge-check


					Konser Amal Valen DA7 Rp71 Juta di Sumenep Sisakan Tumpukan Sampah, Petugas Kebersihan Jadi Pahlawan Perbesar

SUMENEP, ISTARA – Konser amal Valen DA7 di Sumenep boleh megah dan meriah, tapi kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Donasi yang terkumpul hanya Rp71 juta, dan yang lebih mengejutkan, tidak ada keterbukaan siapa saja donatur yang berperan serta.

“Donaturnya ini siapa, dari mana saja, nilainya berapa? Tidak disebutkan. Donasi apa-apaan macam ini, tolong hargai donaturnya,” kritik Rendi, pemerhati kebijakan publik.

Rendi berharap, ke depan, panitia dan penyelenggara konser di Sumenep bisa lebih transparan.

“Publik berhak tahu siapa saja yang berkontribusi, dari mana, dan nilainya berapa. Jangan sampai nama besar artis atau panggung megah menutupi ketidakjelasan donatur. Jika memang misi kemanusiaan serius, keterbukaan adalah kewajiban,” tegasnya.

Ia menyebut, transparansi tidak hanya soal menghitung rupiah, tapi juga soal menghargai setiap donatur, besar maupun kecil. Dengan begitu, publik bisa ikut mengawasi dan mendorong partisipasi yang lebih luas, sekaligus memastikan donasi benar-benar sampai kepada yang membutuhkan.

“Kalau sejak awal niatnya kemanusiaan, jangan cuma menjadi hiburan megah tanpa hasil signifikan. Publik harus melihat hasilnya, bukan sekadar panggung dan euforia sesaat,” pungkas Rendi.

Ironisnya, di tengah kontroversi soal donatur misterius dan minimnya partisipasi elite lokal, petugas kebersihan Sumenep tetap menjadi pahlawan nyata. Mereka membersihkan sisa ego dan sampah yang tercecer, membuktikan bahwa kepedulian sesungguhnya terkadang datang dari pihak yang tak terlihat.

“Dibalik semua itu, pahlawan sejati bukan mereka yang berdiri di atas panggung, melainkan mereka yang tulus membersihkan jejak sampah yang berserakan,” tegas Rendi, menyoroti kontras nyata antara citra kemanusiaan dan realitas di lapangan.

Melihat hasil konser amal Valen DA7 di Sumenep, fakta yang muncul jelas mengecewakan. Panggung megah dan penonton membludak, namun donasi yang terkumpul hanya Rp71 juta, dan tidak ada kejelasan siapa saja donatur yang berperan serta.

Kontrasnya terlihat ketika dibandingkan dengan Pamekasan. Di sana, konser serupa berhasil menghimpun Rp1,112 miliar, dengan nama-nama donatur besar yang tercatat jelas, mulai pejabat, pengusaha, hingga komunitas.

Transparansi itu membuat publik tahu siapa yang menyumbang dan berapa nilainya, sesuatu yang tidak ada di Sumenep.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lalu Lintas Tertib, Ibadah Khusyuk Berkat Aksi Humanis Polwan Polres Sumenep

19 Desember 2025 - 18:08 WIB

Menerangi Kegelapan Bencana, Praneda Care Foundation Bantu Pemulihan Warga Aceh Tamiang

16 Desember 2025 - 22:04 WIB

Festival Film Horor 2025 Hadir di Pancer Dorr, Pacitan Ukir Sejarah Baru Perfilman Indonesia

14 Desember 2025 - 19:24 WIB

Kebersamaan dan Kepedulian Warnai Ultah Bos CV Ayunda Permata Sejahtera H. Bambang Budianto

13 Desember 2025 - 13:34 WIB

Pers Muda Bergerak: JMP Diluncurkan sebagai Kekuatan Baru Jurnalistik Pamekasan

11 Desember 2025 - 21:57 WIB

Trending di Sosial & Lingkungan