Menu

Mode Gelap
HUT Surabaya ke-733 Dirayakan Meriah, Djaman Doeloe Resto Hadirkan Wayang Kulit dan Pasar Rakyat ORADO Jatim Libatkan UMKM Produksi Peralatan Turnamen Domino Sengketa Lahan di Desa Bilelando: Eksekusi Ditunda Polisi, Pengacara Ungkap Dugaan Cacat Hukum Formil Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau Sensasi Nonton Film Indie di Bawah Langit Surabaya Barat Lewat Cinema Under The Stars

Sosial & Lingkungan

BIP Sumenep Mengetuk Pintu Langit, Ribuan Anak Yatim, Ojol dan Warga Miskin Rasakan Sentuhan Kemanusiaan

badge-check


					BIP Sumenep Mengetuk Pintu Langit, Ribuan Anak Yatim, Ojol dan Warga Miskin Rasakan Sentuhan Kemanusiaan Perbesar

Sumenep – Kabupaten di ujung timur Pulau Madura kembali menjadi saksi sebuah peristiwa kemanusiaan yang sarat makna. Di tengah hiruk-pikuk persoalan sosial dan ekonomi, secercah harapan dipahat dengan penuh keikhlasan oleh Yayasan Bani Insan Peduli (BIP), melalui aksi sosial akbar yang menyentuh relung nurani masyarakat.

Minggu (15/2/2026), ribuan anak yatim dari berbagai penjuru Sumenep berkumpul dalam satu ruang kepedulian. Bukan sekadar menerima santunan, mereka hadir untuk merasakan kehangatan, perhatian, dan pengakuan bahwa mereka adalah bagian penting dari masa depan daerah ini. Sejak pagi hari, suasana haru bercampur bahagia menyelimuti lokasi kegiatan, menghadirkan nuansa spiritual yang begitu kuat.

Acara bertajuk “Mengetuk Pintu Langit, Menjemput Keberkahan Ramadhan” digelar di kediaman almarhumah ibunda tercinta pendiri yayasan, Ainun Bani.

Lantunan sholawat Nabi menggema, berpadu dengan iringan hadrah yang menggetarkan jiwa. Ribuan suara anak yatim yang larut dalam doa menciptakan atmosfer khidmat, membuat banyak tamu undangan tak kuasa menahan air mata.

Secara simbolis, santunan diberikan kepada 2.000 anak yatim, sebuah angka yang bukan sekadar statistik, melainkan representasi ribuan harapan yang ingin terus dijaga agar tak pernah padam. Dalam sambutannya, pendiri Yayasan Bani Insan Peduli menegaskan bahwa kegiatan ini bukan agenda seremonial tahunan, melainkan panggilan nurani.

“Dua ribu anak ini bukan angka. Mereka adalah dua ribu mimpi, dua ribu masa depan, dan dua ribu amanah yang harus kita jaga bersama,” tuturnya.

Pesan religius pun disampaikan dengan penuh penghayatan. Mengutip hadits Rasulullah SAW tentang keutamaan menyantuni anak yatim, ia mengajak seluruh hadirin untuk merenungi makna berbagi yang sesungguhnya bahwa setiap uluran tangan hari ini adalah investasi akhirat yang tak ternilai.

Tak berhenti di sana, rangkaian kegiatan sosial ini juga diawali dengan road show bersepeda santai bersama Bupati Sumenep dan mitra yayasan, serta layanan pengobatan gratis hasil kolaborasi dengan tenaga medis. Semua itu dirangkai dalam satu semangat: menghadirkan negara dan masyarakat di tengah mereka yang membutuhkan.

Menariknya, di bawah rangkaian utama kegiatan kemanusiaan tersebut, acara “Ngopi Bareng” bersama para pengemudi ojek online, tukang becak, dan petugas kebersihan juga berlangsung khidmat.

Sekitar seribu pekerja sektor informal duduk bersama, menikmati secangkir kopi sederhana, namun sarat makna kebersamaan.

Tak ada sekat, tak ada jarak. Obrolan ringan, senyum tulus, dan doa-doa yang dipanjatkan bersama menjadikan suasana ngopi sore itu lebih dari sekadar rehat, ia menjadi simbol penghormatan bagi para pejuang nafkah yang kerap luput dari sorotan. Dalam keheningan yang hangat, kopi menjadi saksi bahwa kepedulian bisa hadir dalam bentuk paling sederhana namun paling membekas.

Rangkaian kegiatan ini menegaskan satu pesan kuat: pembangunan sosial tidak hanya berbicara tentang angka dan program, tetapi tentang hati, empati, dan keberpihakan. Dari santunan anak yatim hingga secangkir kopi untuk para pekerja jalanan, Sumenep hari itu bersuara lantangbahwa kemanusiaan masih hidup, dan harapan masih layak diperjuangkan

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika

25 Mei 2026 - 21:40 WIB

Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau

23 Mei 2026 - 20:13 WIB

DKPP Pacitan Latih Petani Buat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

13 Mei 2026 - 07:14 WIB

Tarot Berubah Wajah, dari Ramalan Menuju Alat Refleksi Diri

12 April 2026 - 19:35 WIB

Deasy Ariesta atau Desta menjelaskan tarot sebagai alat refleksi diri, bukan ramalan

Aktivis Bajingan

6 April 2026 - 20:04 WIB

Trending di Sosial & Lingkungan