SURABAYA, ISTARA – Ramadhan mendorong perputaran ekonomi UMKM di Surabaya. Setiap sore, ratusan pedagang takjil membuka lapak di berbagai sudut kota dan menarik pembeli yang berburu menu berbuka puasa.Sejak pukul 15.30 WIB, kawasan Wonokromo, Karah, hingga sekitar Masjid Al Akbar Surabaya mulai ramai. Warga datang silih berganti membeli kolak, es buah, gorengan, dan lauk siap saji.
Ekonomi Ramadhan Dorong Pertumbuhan UMKM Surabaya
Ramadhan menghadirkan peluang besar bagi pelaku UMKM Surabaya. Banyak pedagang meningkatkan produksi karena permintaan naik signifikan selama bulan puasa.
Siti Aminah, pedagang takjil di Wonokromo, mengaku penjualannya melonjak hingga dua kali lipat.
“Setiap Ramadhan, dagangan hampir selalu habis sebelum magrib. Saya tambah stok supaya tidak kehabisan,” ujarnya.
Momentum ini juga mendorong warga membuka usaha musiman dengan modal terjangkau.
Pedagang Takjil Surabaya Catat Lonjakan Omzet
Pedagang takjil menjadi sektor yang paling merasakan dampak ekonomi Ramadhan. Lapak-lapak sederhana di tepi jalan selalu dipadati pembeli menjelang waktu berbuka.
Permintaan tinggi membuat banyak pedagang menambah variasi menu. Mereka menawarkan paket hemat agar pembeli bisa mendapatkan beberapa jenis makanan sekaligus.
UMKM Rumahan Surabaya Manfaatkan Digital dan Pre-Order
Pelaku UMKM rumahan ikut meningkatkan strategi pemasaran. Mereka aktif mempromosikan produk melalui media sosial dan layanan pesan antar.
Sistem pre-order membantu pelaku usaha mengatur produksi dan menjaga efisiensi biaya. Beberapa UMKM juga berkolaborasi untuk menjual paket berbuka yang lebih lengkap.
Tantangan Harga Bahan Pokok di Tengah Peningkatan Permintaan
Kenaikan harga bahan pokok tetap menjadi tantangan bagi pelaku UMKM Surabaya. Pedagang harus menghitung ulang biaya produksi agar harga tetap terjangkau.
Meski demikian, tingginya minat masyarakat selama Ramadhan tetap membuka ruang keuntungan bagi pelaku usaha kecil.











