OLEH: LAMRI IBRAHIM*
Apa yang aku punya, kekasih!
Sekuntum doa, atau setangkai lara,
Yang kau tinggalkan di sudut kota.
Apa yang aku punya, kekasih!
Segumpal harap, atau segenggam ratap,
Yang kau titipkan di pelosok duka.
Dan apa yang aku punya, kekasih!
Tidak sebait puisi, bahkan prosa,
Yang kau hancurkan di balik tirai nestapa
Di simpang senyap,
Dekat tikungan saat cerita bermula,
Aku berkunjung ke tempat kenangan berdiam.
Disana,
Kutemukan relung hampa,
Juga tempat perkabungan,
Dan sisa-sisa kisah, yang takkan menjadi kita.
Juga kudengarkan sabda gumam-gumam, kekasih!
Katanya, _”Disini pesta persinggahan akan berakhir,
Sedang persemayaman akan segera dirayakan,
Tepat di bawah nisan yang dahulu kita gali bersama.”_
Di atas kuburan, bermandikan cahaya purnama,
Disamping luka, menuju arah semerah darah,
Telah ku tenun kain kafan pemberianmu, kekasih.
Kelak, untuk kali terakhir semoga kau datang menziarahiku.
*Penyair dari Pulau Sebrang











