Menu

Mode Gelap
HUT Surabaya ke-733 Dirayakan Meriah, Djaman Doeloe Resto Hadirkan Wayang Kulit dan Pasar Rakyat ORADO Jatim Libatkan UMKM Produksi Peralatan Turnamen Domino Sengketa Lahan di Desa Bilelando: Eksekusi Ditunda Polisi, Pengacara Ungkap Dugaan Cacat Hukum Formil Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau Sensasi Nonton Film Indie di Bawah Langit Surabaya Barat Lewat Cinema Under The Stars

Sosial & Lingkungan

Jejak Ketekunan Anak Desa, Siti Aisyah Putri Payudan Daleman Kini Resmi Menyandang Gelar Dokter

badge-check


					Jejak Ketekunan Anak Desa, Siti Aisyah Putri Payudan Daleman Kini Resmi Menyandang Gelar Dokter Perbesar

Malang – Sebuah perjalanan panjang yang ditempuh dengan kesabaran, ketekunan, dan keteguhan hati akhirnya berbuah manis. Dr. Siti Aisyah, S.Ked, putri asal Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, resmi mengucapkan Sumpah Dokter dalam pelantikan dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), yang digelar khidmat di Graha Medika lantai 2 Universitas Brawijaya, Malang, Selasa (10/2/2026) pagi.

Momen sakral tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal pengabdian profesional bagi Siti Aisyah. Di hadapan jajaran pimpinan fakultas, para dosen, dan sivitas akademika FK UB, ia berdiri sejajar dengan para dokter baru lainnya, mengucapkan sumpah yang mengikat secara moral, etik, dan hukum dalam dunia kedokteran.

Upacara sumpah dokter dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A(K). Prosesi berlangsung penuh khidmat, meliputi pengucapan Sumpah Dokter, penandatanganan berita acara sumpah, penyerahan lafal sumpah, serta pengalungan Gordon sebagai simbol pengukuhan resmi gelar profesi dokter.

Di balik toga dan gelar yang kini disandangnya, tersimpan kisah perjalanan sunyi seorang anak desa yang menapaki dunia pendidikan dengan penuh kesungguhan. Dr. Siti Aisyah tercatat sebagai satu-satunya putri asal Desa Payudan Daleman yang berhasil menembus hingga tahap pengambilan sumpah dokter di salah satu fakultas kedokteran ternama di Indonesia.

Riwayat pendidikannya dimulai dari SDN Payudan Daleman 1, kemudian melanjutkan pendidikan madrasah di SDI Al-Anwar. Pendidikan menengah pertama ditempuh di MTs Annuqayah, sebelum melanjutkan ke SMA Negeri 2 Sumenep. Berbekal tekad dan dukungan keluarga, ia kemudian diterima dan menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, hingga menuntaskan program profesi dokter.

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dikenal sebagai institusi pendidikan kedokteran dengan kurikulum berbasis kompetensi, yang mengintegrasikan pendidikan akademik, profesi, serta praktik klinis di rumah sakit pendidikan. Lulusan FK UB dituntut tidak hanya cakap secara ilmiah, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab sosial.

Dengan pengucapan sumpah tersebut, Dr. Siti Aisyah resmi menyandang gelar dokter dan terikat pada nilai-nilai luhur profesi kedokteran, yakni mengutamakan kemanusiaan, menjaga etika, serta mengabdikan ilmu demi kesehatan masyarakat.

Kisah ini menjadi inspirasi bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk meraih prestasi. Dari desa kecil di Sumenep, langkah sunyi itu kini menjelma menjadi cahaya harapan, tidak hanya bagi keluarga dan kampung halaman, tetapi juga bagi generasi muda yang bermimpi mengabdikan diri di dunia kesehatan

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika

25 Mei 2026 - 21:40 WIB

Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau

23 Mei 2026 - 20:13 WIB

DKPP Pacitan Latih Petani Buat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

13 Mei 2026 - 07:14 WIB

Tarot Berubah Wajah, dari Ramalan Menuju Alat Refleksi Diri

12 April 2026 - 19:35 WIB

Deasy Ariesta atau Desta menjelaskan tarot sebagai alat refleksi diri, bukan ramalan

Aktivis Bajingan

6 April 2026 - 20:04 WIB

Trending di Sosial & Lingkungan