Menu

Mode Gelap
HUT Surabaya ke-733 Dirayakan Meriah, Djaman Doeloe Resto Hadirkan Wayang Kulit dan Pasar Rakyat ORADO Jatim Libatkan UMKM Produksi Peralatan Turnamen Domino Sengketa Lahan di Desa Bilelando: Eksekusi Ditunda Polisi, Pengacara Ungkap Dugaan Cacat Hukum Formil Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau Sensasi Nonton Film Indie di Bawah Langit Surabaya Barat Lewat Cinema Under The Stars

Sosial & Lingkungan

Cerita di Balik 15.700 Nasi Berkah Ramadan di Malang, Anak Autisme Ikut Memasak

badge-check


					Di dapur MAC, anak-anak autisme terlibat langsung menyiapkan hidangan Nasi Berkah Ramadan Perbesar

Di dapur MAC, anak-anak autisme terlibat langsung menyiapkan hidangan Nasi Berkah Ramadan

MALANG, ISTARA – Malang Autism Center (MAC) kembali menjalankan program sosial Nasi Berkah Ramadan 2026 di Kota Malang, Jawa Timur.

Melalui kegiatan ini, lembaga tersebut menyalurkan sekitar 15.700 paket nasi kotak untuk berbuka puasa kepada masyarakat.

Distribusi makanan dilakukan selama 19 Februari hingga 5 Maret 2026. Setiap harinya, tim dari MAC mengirimkan paket nasi ke sekitar 30 masjid di berbagai wilayah Malang. Paket tersebut dimanfaatkan untuk membantu menyediakan hidangan berbuka bagi para jamaah.

Program Berbagi yang Terus Bertumbuh

Program Nasi Berkah Ramadan telah dijalankan oleh Malang Autism Center sejak tahun 2023. Seiring berjalannya waktu, jumlah paket makanan yang dibagikan terus mengalami peningkatan.

Founder Malang Autism Center, Muhammad Cahyadi, menjelaskan bahwa program ini awalnya dimulai dalam skala yang lebih kecil.

“Pada tahun pertama kami membagikan sekitar 1.100 paket nasi berkah. Jumlahnya kemudian meningkat menjadi sekitar 2.200 paket pada 2024. Pada 2025 kami berhasil membagikan sekitar 11.000 paket nasi berkah kepada masyarakat,” ujar Cahyadi.

Menurutnya, peningkatan jumlah paket tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat serta dukungan dari berbagai pihak yang ingin ikut berpartisipasi dalam kegiatan berbagi selama Ramadan.

Anak Autisme Terlibat dalam Proses Produksi

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aksi berbagi kepada masyarakat. Malang Autism Center juga melibatkan para siswa autisme dalam proses produksi nasi berkah.

Para siswa membantu berbagai tahapan pekerjaan di dapur. Mereka ikut menyiapkan bahan, membantu memasak, hingga mengemas nasi kotak sebelum dibagikan.

Selama kegiatan berlangsung, para terapis mendampingi anak-anak untuk memastikan proses berjalan dengan baik. Setiap hari sekitar 10 anak autisme ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Bagian dari Pelatihan Keterampilan

Cahyadi mengatakan bahwa keterlibatan para siswa dalam program ini merupakan bagian dari pelatihan keterampilan hidup (life skills).

“Kami ingin anak-anak autisme memiliki kesempatan untuk belajar dan menunjukkan potensi mereka. Dalam kegiatan ini mereka ikut memasak, membantu proses pengemasan, hingga distribusi makanan. Dengan cara itu mereka belajar mandiri sekaligus merasakan bahwa mereka juga bisa berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Melalui pengalaman langsung seperti ini, para siswa diharapkan dapat mengembangkan kepercayaan diri serta kemampuan bekerja secara mandiri.

Mengajak Masyarakat Melihat Potensi Anak Autisme

Melalui program Nasi Berkah Ramadan, Malang Autism Center juga ingin mengajak masyarakat untuk melihat potensi yang dimiliki anak-anak autisme.

Dengan pendampingan dan lingkungan yang tepat, mereka dapat berkembang serta memiliki kesempatan untuk berkarya di tengah masyarakat.

Semangat berbagi dalam program ini dirangkum dalam pesan sederhana:

“Satu nasi, seribu doa, mengalirkan keberkahan”.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sambut Idul Adha, ITDC Salurkan 21 Hewan Kurban dari Peternak Lokal ke Desa Penyangga Mandalika

25 Mei 2026 - 21:40 WIB

Hanaka Social Space Surabaya Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Hijau

23 Mei 2026 - 20:13 WIB

DKPP Pacitan Latih Petani Buat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

13 Mei 2026 - 07:14 WIB

Tarot Berubah Wajah, dari Ramalan Menuju Alat Refleksi Diri

12 April 2026 - 19:35 WIB

Deasy Ariesta atau Desta menjelaskan tarot sebagai alat refleksi diri, bukan ramalan

Aktivis Bajingan

6 April 2026 - 20:04 WIB

Trending di Sosial & Lingkungan