Lombok Tengah – Langkah nyata diambil oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Keramejati, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah bersama warga setempat, mereka melaksanakan aksi gotong royong membersihkan jalan pada Rabu (31/12/2025) sebagai bentuk protes atas dampak operasional tambang Galian C di wilayah tersebut.
Pembersihan ini dipusatkan pada jalur penghubung strategis yang menghubungkan tiga desa, yakni Desa Pengembur, Desa Keramejati dan Desa Tumpak.
Selama ini, para pengguna jalan mengeluhkan kondisi akses tersebut yang kotor akibat ceceran tanah dan debu tebal yang dipicu oleh mobilitas kendaraan pengangkut material tambang.
Kepala Desa Keramejati, Erwin Efendi, menegaskan bahwa gerakan ini adalah wujud nyata keprihatinan pemerintah desa dan warga terhadap isu keselamatan berkendara serta kerusakan lingkungan.
Aksi ini juga menjadi teguran keras bagi pihak pengelola tambang agar tidak mengabaikan dampak operasional mereka terhadap infrastruktur publik.
“Jalan ini merupakan akses vital bagi warga tiga desa. Kami berharap ada perhatian serius dari pihak tambang dan pemerintah terkait agar aktivitas pertambangan tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat yang turut serta dalam aksi tersebut menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap operasional Galian C. Mereka mendesak agar aspek kebersihan jalan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan menjadi prioritas utama yang harus dipenuhi oleh pihak pengelola.
Hingga laporan ini disusun, pihak pengelola tambang Galian C masih bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi menanggapi aksi protes serta tuntutan yang dilayangkan oleh warga dan Pemdes Keramejati.











