Menu

Mode Gelap
Dewan Hakim MTQ XXXI NTB 2026 Berikan Penjelasan Terkait Dinamika Penilaian Saat Lomba Lepas Gunting Rambut, Joe Temukan Jiwa Baru di Balik Mesin Kopi Hanaka Dobrak Kekosongan Hukum Bank Digital, Prof. Sri Astutik Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Unitomo Kasus Jurnalis Beritajatim Mandek 15 Bulan, KAJ Jatim Pertanyakan Keseriusan Polrestabes Surabaya Sabda Theatre Pentaskan “Kuning” pada Perayaan Dies Natalis ke-30 PTPN I Regional 5 Perluas Tanam Tembakau di Klaten Jadi 50 Hektare

Politik & Pemerintahan

Empat Kuda Hitam Bersaing Ketat, Siapa Layak Duduki Kursi Sekda Sumenep?

badge-check


					Empat Kuda Hitam Bersaing Ketat, Siapa Layak Duduki Kursi Sekda Sumenep? Perbesar

Sumenep -Selasa, 20/1/2026- Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep kian menghangat. Di tengah proses seleksi terbuka yang berjalan sesuai koridor hukum dan pengawasan negara, empat nama birokrat senior mulai mencuat sebagai kuda hitam yang dinilai memiliki kapasitas kuat untuk menduduki jabatan strategis tertinggi di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah.

Keempat figur tersebut adalah Chairul Rasyid selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Abd. Rahman Riadi Kepala Dinas Sosial Sumenep, Moh. Ramli Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Sumenep, serta Moh. Iksan Kepala Dinas Pendidikan Sumenep.

Pengamat Kebijakan Publik, F. Hasan, menilai keempat pejabat tersebut tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki rekam jejak kepemimpinan lintas sektor yang relevan untuk mengemban amanah sebagai Sekda.

“Jabatan Sekda bukan soal popularitas, tetapi soal kapasitas manajerial, kematangan birokrasi, serta kemampuan mengorkestrasi organisasi pemerintahan yang kompleks. Empat nama ini punya modal itu,” ujar F. Hasan.

Ia menjelaskan, Chairul Rasyid dikenal sebagai birokrat teknokrat yang matang. Sebelum menjabat Kepala DKPP Sumenep, Chairul Rasyid pernah memimpin Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep. Pengalaman tersebut membentuk pemahamannya yang utuh antara sektor ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan, dua pilar strategis pembangunan daerah.

“Konsistensi Chairul dalam tata kelola birokrasi dan kebijakan sektoral menjadi kekuatan tersendiri. Ia terbiasa bekerja dengan data, perencanaan, dan disiplin organisasi,” jelas Hasan.

Sementara itu, Moh. Ramli disebut sebagai figur birokrat visioner dan progresif. Sebelum memimpin Diskop UKM dan Perindag Sumenep, Ramli sukses menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Di pos tersebut, ia dikenal mampu menggerakkan desa sebagai subjek pembangunan serta mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih partisipatif.

“Pengalaman Ramli di DPMD membuatnya memahami birokrasi dari akar paling bawah. Itu penting bagi seorang Sekda yang harus memastikan kebijakan berjalan sampai tingkat desa,” kata Hasan.

Nama Abd. Rahman Riadi juga dinilai memiliki lintasan karier yang kuat. Sebelum dipercaya memimpin Dinas Sosial Sumenep, Rahman pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Di posisi tersebut, ia dikenal berhasil mempercepat pelayanan perizinan dan memperbaiki iklim investasi daerah.

“Rahman memiliki kombinasi pengalaman ekonomi dan sosial. Itu membuat perspektif kebijakannya seimbang, antara pertumbuhan dan keadilan sosial,” ujar Hasan.

Adapun Moh. Iksan, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, disebut sebagai birokrat dengan kemampuan manajerial sumber daya manusia yang kuat. Sebelum menjabat di Disdik, Moh. Iksan sukses memimpin Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, sebuah OPD dengan spektrum kerja luas dan dinamis.

“Mengelola pendidikan membutuhkan kecakapan koordinasi yang tinggi. Pengalaman Iksan di Disbudporapar menunjukkan kemampuannya memimpin sektor strategis yang sarat kepentingan publik,” tambah Hasan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi terbuka Sekda berjalan sesuai peraturan perundang-undangan dan berada di bawah pengawasan penuh Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI. Kepala BKPSDM Sumenep, Ir. Benny Irawan, memastikan proses seleksi dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan profesional.

“Seleksi ini bukan ajang tarik-menarik kepentingan, melainkan mekanisme konstitusional untuk memilih birokrat terbaik bagi daerah,” tegas Benny.

Bagi publik, seleksi Sekda Sumenep menjadi momentum penting untuk menilai keseriusan pemerintah daerah dalam membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas.

Jabatan Sekda bukan sekadar posisi struktural, melainkan pusat kendali administrasi pemerintahan, penghubung kepala daerah dengan perangkat daerah, serta penentu ritme pelayanan publik.
Empat kuda hitam kini berada di lintasan yang sama.

Siapa yang akhirnya terpilih, waktu dan proses yang sah akan menjawabnya. Namun satu hal yang pasti, kualitas birokrasi Sumenep ke depan akan sangat ditentukan oleh sosok yang lolos dari seleksi ini bukan oleh hiruk-pikuk, melainkan oleh kapasitas dan rekam jejak nyata.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Solidaritas untuk Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel Saat Membawa Misi Kemanusiaan ke Gaza

22 Mei 2026 - 09:35 WIB

Aksi solidaritas jurnalis Surabaya untuk pembebasan jurnalis Indonesia yang ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza.

Ahmad Dhafir Raih Magister Hukum di Unitomo Surabaya

27 April 2026 - 15:32 WIB

Solusi Nyata dari Gang Sempit, Posyandu Disabilitas Penanggungan Hapus Tembok Biaya Terapi

26 April 2026 - 14:16 WIB

Lia Istifhama Dukung RPH Halal untuk Ketahanan Pangan Jatim

15 April 2026 - 19:23 WIB

Halal Bihalal PKDI Sumenep, Kades Ditantang Kreatif Hadapi Tantangan

7 April 2026 - 11:33 WIB

Trending di Politik & Pemerintahan