JOMBANG, ISTARA – Panggung Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Rabu (17/12/2025) malam, mendadak memicu “gempa” di jagat maya. Pernyataan putri Gus Dur, Yenny Wahid, mengenai ketidaksetujuan Luhut Binsar Pandjaitan terkait konsesi tambang ormas, kini menjadi bola liar yang diperbincangkan jutaan orang.
Video sambutan Yenny yang diunggah akun TikTok @officialinews langsung meledak. Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah ditonton lebih dari 4,6 juta kali, mengantongi 105 ribu suka, dan memicu hampir 3.000 komentar warga net yang riuh dengan spekulasi.
“Menteri yang Ngotot” Jadi Teka-teki
Yenny Wahid secara blak-blakan menyebut adanya sosok menteri yang sangat bersikeras agar ormas keagamaan mendapatkan izin tambang. Bahkan, ia memberi petunjuk bahwa izin tersebut mengalir ke ormas yang berafiliasi dengan partai sang menteri.
Di kolom komentar, netizen mulai melakukan “investigasi” mandiri. Akun @gunadifumman, misalnya, melontarkan tebakan yang memancing diskusi hangat: “Menteri berafiliasi partainya dengan NU? Berarti menteri dari partai dan orang NU. Siapa hayo? 😁” tulisnya.
Kritik Pedas: “Bahan Bakar Pemilu” hingga “Bungkam Suara“
Tak hanya menebak sosok menteri, netizen juga menyoroti aspek politis di balik kebijakan tersebut. Banyak yang mengaitkan konsesi ini dengan upaya menjaga stabilitas kekuasaan.
@officialinews♬ suara asli – OfficialiNews
“Tambang itu bahan bakarnya partai, ormas, pejabat buat modal pemilu,” tulis akun @reyzen533, yang menyuarakan kekhawatiran soal pendanaan politik.
Kritik lebih tajam datang dari akun @paur_fahrudin yang menyebut kebijakan ini sebagai strategi untuk meredam kekritisan ormas. “Geng Mulyono yang kasih kebijakan ormas untuk kelola tambang, biar ormas bungkam terhadap kebijakan pemerintah yang pro oligarki dan kekuasaan,” tulisnya di kolom komentar yang mendapat banyak sorotan.
Paradoks Pengelolaan Tambang
Netizen juga menyoroti narasi pemerintah yang sering menyebut bahwa mengelola tambang adalah tugas yang berat. Akun @fattah.ar memberikan komentar satir: “Dia bilang ‘tidak tahu susahnya mengurus tambang‘, tapi tidak cerita bagaimana enaknya dapat cuan dari tambang.”

Komentar Netizen yang menyoroti soal izin tambang pada ormas. Foto: SS @officialinews
Antara Restu Luhut dan Isu Perpecahan
Pengungkapan Yenny bahwa Luhut sendiri yang memintanya bicara ke publik mengindikasikan adanya keretakan internal dalam kabinet mengenai kebijakan sumber daya alam. Di hadapan ribuan jemaah Tebuireng, Yenny menegaskan bahwa informasi ini ia sampaikan atas izin langsung dari Luhut.
“Ada satu hal yang beliau sampaikan dan saya ingin menyampaikannya kepada publik dengan izin beliau,” tegas Yenny di atas podium.
Kini, publik menanti klarifikasi resmi dari pihak pemerintah terkait identitas menteri yang disebut “bersikeras” dalam kebijakan tersebut. Tanpa adanya penjelasan transparan, spekulasi liar di ruang digital dikhawatirkan akan terus berkembang menjadi bola salju. Di sisi lain, sikap skeptis masyarakat masih mewarnai kolom komentar, seperti yang diutarakan akun @taufikajja669: “Luhut sangat kuasa dan itu mustahil mau lepas tangan, sesama pemain dilarang saling buka aib 🤣🤣🤣.”











